kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.125   38,00   0,21%
  • IDX 6.038   113,48   1,92%
  • KOMPAS100 788   17,25   2,24%
  • LQ45 602   13,12   2,23%
  • ISSI 207   3,32   1,63%
  • IDX30 341   7,10   2,13%
  • IDXHIDIV20 423   9,63   2,33%
  • IDX80 90   2,01   2,29%
  • IDXV30 114   2,10   1,87%
  • IDXQ30 109   1,94   1,81%

Pemerataan Layanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Genjot Fasilitas Diagnostik


Jumat, 19 Desember 2025 / 22:35 WIB
Pemerataan Layanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Genjot Fasilitas Diagnostik
ILUSTRASI. Gedung Kementerian Kesehatan RI (Dok/Kementerian Kesehatan)


Reporter: Ahmad Febrian | Editor: Ahmad Febrian

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah terus memperkuat fondasi layanan kesehatan nasional, khususnya pada aspek diagnosis penyakit yang menjadi pintu awal penanganan medis.

Di tengah tantangan pemerataan layanan dan tingginya beban penyakit tidak menular, penguatan sistem rujukan dan ketersediaan teknologi pencitraan menjadi salah satu prioritas untuk meningkatkan kualitas dan kecepatan layanan kesehatan.

Maka, Kementerian Kesehatan memperkuat layanan diagnostik nasional melalui program Strengthening Indonesia’s Healthcare Referral Network (Sihren). Program ini untuk meningkatkan pemerataan akses pencitraan medis canggih bagi lebih dari 280 juta penduduk Indonesia, termasuk di wilayah terpencil dan tertinggal.

Melalui program tersebut, pemerintah akan menghadirkan lebih dari 300 unit CT Scan ke rumah sakit umum di 38 provinsi. Pengadaan lewat proses tender internasional yang terbuka dan kompetitif sesuai ketentuan Islamic Development Bank (IDB).

Baca Juga: Kemenkes Ingatkan Potensi DBD dan Leptospirosis Pasca Banjir di Sumatra

Program Sihren merupakan salah satu investasi infrastruktur kesehatan terbesar dalam sejarah Indonesia. Berfokus pada penguatan sistem rujukan nasional, penanganan penyakit tidak menular, kesehatan ibu dan anak, serta kesiapsiagaan menghadapi pandemi di masa depan.

Sebagai bagian dari kontrak jangka panjang yang dimenangkan melalui proses tender kompetitif, GE HealthCare akan memasok lebih dari 300 CT Scan. 

"Inisiatif ini memastikan teknologi diagnostik menjangkau komunitas pedesaan dan terpencil, sehingga pemerataan layanan kesehatan terwujud," kata Presiden & CEO Internasional GE HealthCare, Elie Chaillot, dalam rilis ke Kontan.co.id, Kamis (18/12). 

Pada awal 2025, perusahaan ini juga memenangkan tender pengadaan 10 unit MRI 1,5 Tesla untuk rumah sakit umum, guna mendukung diagnosis penyakit tanpa paparan radiasi.

Tahun lalu, GE HealthCare mendirikan Innovation & Learning Hub di Jakarta untuk pelatihan tenaga medis, serta meresmikan fasilitas produksi lokal di Bogor bekerja sama dengan PT Kalbe Farma (Forsta).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×