kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Kemenkes Ingatkan Potensi DBD dan Leptospirosis Pasca Banjir di Sumatra


Rabu, 03 Desember 2025 / 11:23 WIB
Kemenkes Ingatkan Potensi DBD dan Leptospirosis Pasca Banjir di Sumatra
ILUSTRASI. Kemenkes mengingatkan potensi meningkatnya kasus DBD dan Leptospirosis pasca banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. ANTARA FOTO/Muhammad Irsal/Lmo/foc.


Sumber: Kompas.com | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan potensi meningkatnya kasus demam berdarah dengue (DBD) dan Leptospirosis pasca banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. 

"Kondisi pasca-banjir berpotensi menyebabkan meningkatnya kasus DBD dan Leptospirosis karena genangan air sisa banjir dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk penyebab DBD," kata Kepala Pusat Krisis Kesehatan, Agus Jamaludin, dikutip dalam keterangannya, Rabu (3/12/2025). 

Agus menjelaskan, risiko Leptospirosis berpotensi meningkat karena banjir dapat menyebabkan kontaminasi air akibat distribusi urine tikus ke area pengungsian. 

Baca Juga: KLH Kaji Ulang Tata Ruang Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera

Mengingat hal itu, kondisi di daerah terdampak perlu diwaspadai tidak hanya terhadap penyakit yang sudah muncul, tetapi juga potensi penyebaran penyakit lain pasca-banjir. 

"Masyarakat diimbau menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sederhana untuk mencegah penyakit," tuturnya. 

Enam langkah

Agus menyampaikan enam langkah yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kasus DBD dan Leptospirosis: 

1. Rutin mencuci tangan pakai sabun, menjaga kebersihan tubuh, serta selalu memakai alas kaki untuk menghindari luka dan risiko leptospirosis. 

2. Makanan sebaiknya dikonsumsi dalam keadaan matang dan menggunakan air yang aman untuk diminum. 

3. Lingkungan pengungsian perlu dijaga tetap kering dan bebas genangan. 

4. Sampah dibuang pada tempatnya, toilet darurat digunakan dengan benar, dan luka harus ditutup rapat. 

5. Untuk mencegah DBD, upayakan tetap menerapkan 3M plus. 

6. Periksakan diri ke pos kesehatan atau fasilitas kesehatan terdekat bila mengalami gejala atau keluhan penyakit seperti diare, ISPA, atau gatal-gatal. 

Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2025/12/03/11082111/kemenkes-ingatkan-potensi-dbd-dan-leptospirosis-di-banjir-sumatera.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×