kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.125   38,00   0,21%
  • IDX 6.038   113,48   1,92%
  • KOMPAS100 788   17,25   2,24%
  • LQ45 602   13,12   2,23%
  • ISSI 207   3,32   1,63%
  • IDX30 341   7,10   2,13%
  • IDXHIDIV20 423   9,63   2,33%
  • IDX80 90   2,01   2,29%
  • IDXV30 114   2,10   1,87%
  • IDXQ30 109   1,94   1,81%

Pelaku UMKM respons positif kebijakan yang menurunkan nilai batas ekspor


Rabu, 15 Januari 2020 / 11:07 WIB
ILUSTRASI. M. Ikhsan Ingratubun. Menjadi pengusaha sukses sudah menjadi impian M Ikhsan Ingratubun sejak kecil. Dengan tekad dan semangatnya, Ikhsan berhasil menjadi pengusaha kuliner khas Sulawesi Selatan, melalui restoran Raja Konro Daeng Naba.


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Noverius Laoli

Mengenai pemberian modal kerja, menurut Ikhsan pemberian modal ini bisa diberikan oleh pemerintah atau bank dan diatur di dalam UU Pemberdayaan UMKM. Ikhsan mencontohkan, cara lain untuk memberdayakan UMKM juga dapat dilakukan dengan mengubah Undang-Undang Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) atau Permodalan Nasional Madani (PNM) menjadi seperti semula.

Jika pemerintah tidak melakukan perubahan kebijakan, Ikhsan khawatir nantinya penurunan ambang batas nilai pembebasan bea masuk dan pajak barang impor ini tidak akan berdampak pada sektor UMKM. Bahkan, kemungkinan terburuk sektor UMKM tidak mampu bersaing.

Baca Juga: Teten Masduki optimistis target ekspor UMKM tumbuh dua kali lipat pada 2024 tercapai

"Kalau tidak mampu bersaing kan sama saja. Walaupun diturunkan harganya menjadi US$ 3, tapi UMKM Indonesia mampu atau tidak memproduksi barang-barang yang sama seperti itu?," tandas Ikhsan.

Ia juga menuturkan, setidaknya butuh waktu paling lambat sekitar 2 tahun untuk sektor UMKM dapat bersaing dengan produk luar. Namun tentu saja harus dibarengi dengan perubahan kebijakan oleh pemerintah, seperti kebijakan terkait pembelian barang dan jasa.

Baca Juga: Temui pengusaha di Abu Dhabi, pemerintah bahas peningkatan perdagangan dan investasi

"Nah itu juga harus juga dibarengi dengan kebijakan-kebijakan tersebut. Jadi produk-produk UKM Indonesia itu harus dibeli," kata Ikhsan.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×