kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.638.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Pelaku UMKM respons positif kebijakan yang menurunkan nilai batas ekspor


Rabu, 15 Januari 2020 / 11:07 WIB
ILUSTRASI. M. Ikhsan Ingratubun. Menjadi pengusaha sukses sudah menjadi impian M Ikhsan Ingratubun sejak kecil. Dengan tekad dan semangatnya, Ikhsan berhasil menjadi pengusaha kuliner khas Sulawesi Selatan, melalui restoran Raja Konro Daeng Naba.


Reporter: Rahma Anjaeni | Editor: Noverius Laoli

Seperti yang diketahui, pemerintah menurunkan batasan nilai pembebasan bea masuk atas barang kiriman dari semula US$ 75 menjadi US$ 3. Namun, pungutan pajak dalam rangka impor (PDRI) berlaku normal atau tetap.

Kemudian, pemerintah juga melakukan rasionalisasi terhadap kebijakan tarif. Pemerintah memangkas tarif bea masuk dari semula 27,5% hingga 37,5% dengan rincian bea masuk sebesar 7,5%, PPN 10%, PPh 10% (NPWP), dan PPh 20% (tanpa NPWP), menjadi hanya 17,5% dengan perincian bea masuk sebesar 7,5%, PPN 10% dan PPh 0%.

Baca Juga: Ketika UMKM didorong melantai di bursa efek

Namun demikian, kebijakan tarif tersebut tidak berlaku bagi tiga jenis barang, yaitu tas, sepatu, dan produk tekstil seperti baju. Menurut DJBC, tarif ketiga barang ini mengikuti bea masuk tarif normal atau most-favored-nation (MFN).

Adapun rincian tarif bea masuk untuk tas sebesar 15% - 20%, sepatu sebesar 25% - 30%, dan tekstil sebesar 15 - 25%. Sementara PPN ketiga barang tersebut masih tetap 10% dengan PPh sebesar 7,5% - 10%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×