kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Teten Masduki optimistis target ekspor UMKM tumbuh dua kali lipat pada 2024 tercapai


Rabu, 08 Januari 2020 / 17:25 WIB
Teten Masduki optimistis target ekspor UMKM tumbuh dua kali lipat pada 2024 tercapai
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI Teten Masduki saat memberikan kata sambutan pada pembukaan acara Festival Gerakan Warung Nasional (FGWN) yang digagas oleh Mitra Tokopedia bekerja sama dengan Warung Pintar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusa

Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menargetkan ekspor dari sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) akan meningkat hingga dua kali lipat di 2020. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, saat ini kontribusi UMKM terhadap ekspor nasional baru berkisar 14,5%.

"Target ekspor di 2024 itu bisa dua kali lipat. Kira-kira bisa 30%. Itu ambisius, optimistis, walaupun pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata 6%,” ujar Teten, Rabu (8/1).

Teten mengakui pihaknya belum menetapkan berapa besar target ekspor dari UMKM di tahun ini. Namun, dia mengatakan bila ekspor dari UMKM bisa meningkat sekitar 5% setiap tahunnya, maka target 2024 tersebut bisa dicapai. Dia pun mengatakan akan menggenjot ekspor UMKM khususnya di tahun 2021-2022.

Baca Juga: Menteri Teten mendorong kemudahan sertifikasi halal bagi UMKM

Menyadari target ekspor di 2024 adalah target yang ambisius, Teten mengatakan Kementerian Koperasi dan UNKM akan fokus mengembangkan UMKM dan koperasi di sektor-sektor yang permintaan dari dunianya cukup tinggi.

Dia menyebut, sektor-sektor tersebut seperti sektor kelautan, pertanian dan perkebunan, furniture dan produk kerajinan, produk-produk fashion hingga makanan dan minuman.

“Saya kira kalau kita fokus pengembangan UMKMnya di sektor produksi yang permintaan dunianya sangat tinggi, meski ekonomi dunianya sedang lesu, saya kira, kita bisa mencapai target tersebut,” tutur Teten.

Teten juga menyebut, nantinya untuk menggenjot ekspor ini maka UMKM yang skalanya kecil, atau UMKM yang memproduksi makanan dan minuman hingga produk kerajinan maka dibutuhkan agregator atau trading house yang bisa menghubungkan produk UMKM dengan pasar global.

Baca Juga: Sebanyak 608 produk UKM dieskpor perdana ke China melalui PLB-e-commerce

Sementara, UMKM dengan skala besar dibutuhkan kemitraan dengan usaha yang lebih besar, yang sudah terhubung dengan pasar global.

Peningkatan ekspor ini pun, lanjut Teten, membutuhkan kerja sama dengan kementerian lain seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan Kementerian Perindustrian.




TERBARU

Close [X]
×