kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.628.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.855   89,00   0,50%
  • IDX 6.385   -56,43   -0,88%
  • KOMPAS100 835   -7,46   -0,89%
  • LQ45 634   -5,96   -0,93%
  • ISSI 222   -3,01   -1,34%
  • IDX30 353   -3,37   -0,95%
  • IDXHIDIV20 440   -4,01   -0,90%
  • IDX80 95   -0,92   -0,95%
  • IDXV30 121   -0,86   -0,71%
  • IDXQ30 114   -1,28   -1,12%

Kementan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan untuk Kejar Program E20


Senin, 21 September 2026 / 18:55 WIB
Kementan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan untuk Kejar Program E20
ILUSTRASI. Pemerintah mulai menyiapkan kebutuhan lahan untuk mempercepat pengembangan bahan baku etanol 20% atau E20. (KONTAN/Lailatul Anisah)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mulai menyiapkan kebutuhan lahan untuk mempercepat pengembangan bahan baku etanol sebagai bagian dari implementasi program campuran bensin dengan etanol 20% atau E20.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan sekitar 1 juta hingga 2 juta hektare lahan baru yang akan digunakan untuk pengembangan komoditas bahan baku etanol, seperti tebu, jagung, dan singkong.

"Sekarang etanol kita kejar. Etanol ini butuh lahan 1 sampai 2 juta hektar dengan tiga komoditas strategis. Insyaallah kita akan bangun pabriknya kita gerakan masif seluruh Indonesia," kata Amran dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Amran menjelaskan, lahan yang disiapkan untuk mendukung program E20 berasal dari kawasan yang memang telah dialokasikan untuk tanaman pangan. Pemerintah, kata dia, saat ini memiliki sekitar 20 juta hektare lahan yang tersedia dan dapat dipetakan untuk mendukung program tersebut.

Meski demikian, Amran menegaskan bahwa pembukaan hutan bukan menjadi pilihan utama pemerintah. Penggunaan lahan akan terlebih dahulu diarahkan pada kawasan yang sudah tersedia dan dinilai sesuai untuk ditanami komoditas bahan baku etanol.

Baca Juga: Wamen PKP Usul Rumah Subsidi di Tanah Negara, REI: Skema Investasi Perlu Diperjelas

"Jadi jangan langsung babat hutan, nggak. Itu terakhir. Yang kedua adalah seluruh yang sudah dilepaskan kita pilih. Ada 1,3 juta hektar. Kita pilih lagi. Kalau sudah cocok dengan tebu, oke itu aja kita pakai," tegasnya.

Kementan Siapkan Benih Jagung

Dalam pengembangan bahan baku etanol, pemerintah juga akan mengoptimalkan produksi jagung. Amran mengatakan Kementan telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, untuk menyiapkan pengembangan komoditas tersebut.

Pada tahap awal, Kementan akan menyalurkan bantuan benih jagung untuk lahan seluas 1 juta hektare kepada pemerintah daerah. Pengembangan selanjutnya akan dilakukan berdasarkan hasil produksi dan kualitas tanaman.

"Kita lihat jagungnya yang tanamannya bagus, produksinya tinggi, saya akan tambah di Januari tambah luasan jagung," tegasnya.

Selain benih, pemerintah juga akan memberikan dukungan berupa alat dan mesin pertanian. Namun, Amran menekankan bahwa tebu menjadi salah satu komoditas utama yang perlu dikembangkan karena membutuhkan lahan dalam jumlah besar untuk mendukung produksi etanol.

"Begitu pula alat mesin pertanian kita berikan mensupport, tetapi yang paling penting adalah tebu. Kita butuh 1 juta hektar. Tadi sudah dihadiri oleh Pak Dirjen dari Kehutanan Planologi kemudian Deputi dari BUMN kita akan bergerak bersama," lanjutnya.

Kebutuhan Lahan E20 Capai 2 Juta Hektare

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut kebutuhan lahan menjadi salah satu tantangan utama dalam pengembangan program E20 di Indonesia.

Pemerintah memperkirakan diperlukan sekitar 2 juta hektare lahan untuk menghasilkan bahan baku etanol yang dibutuhkan dalam implementasi program tersebut.

Baca Juga: Pasokan Air Baku Jabodetabek Masih Relatif Aman di Tengah El Nino

Zulhas mengatakan pemetaan lahan akan dilakukan di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Jawa, Sumatra, Kalimantan hingga Papua.

“Memang yang menjadi titik bottleneck adalah lahan. Tapi setelah dibahas tadi, ada dari Kalimantan, ada dari Sumatra, ada dari Jawa, dan ada dari Papua, kita bisa dapatkan 2 juta,” katanya di Istana Kepresidenan, Rabu (16/9/2026).

Dalam skema pengembangan E20 tersebut, Kementerian Pertanian akan bertanggung jawab menyiapkan kebutuhan lahan sekaligus rencana pengembangannya.

Sementara itu, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) akan berperan dalam pembangunan industri pengolahan etanol.

Zulhas optimistis kebutuhan lahan tersebut dapat dipenuhi setelah pemerintah melakukan pemetaan terhadap potensi lahan yang tersedia di sejumlah wilayah.

“Kalau kami dapatkan 2 juta tuh ya insyaallah nanti yang E20 ini bisa kita penuhi dalam 2 tahun mendatang,” ujar Zulhas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×