kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Partai Demokrat mengaku tidak melindungi Anas Urbaningrum


Jumat, 02 Desember 2011 / 12:10 WIB
ILUSTRASI. Suasana ruas jalan Tol Jagorawi di Depok, Jawa Barat, Minggu (27/9/2020). KONTAN/Baihaki


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Jero Wacik menegaskan Partai Demokrat tidak melindungi Anas Urbaningrum dalam penyidikan dugaan korupsi pembangunan wisma atlet SEA Games di Palembang, Sumatera Selatan. Dia menegaskan, partainya menyerahkan kasus tersebut pada proses hukum.

"Kalau ada bukti ya diungkap, kalau tidak ada bukti ya tidak bisa apa-apa kan," katanya, Jumat (2/12).

Nama Anas pernah disebut Nazaruddin sebagai orang yang berperan dalam dugaan korupsi tersebut. Nazaruddin menuding Ketua Umum Partai Demokrat itu sebagai orang yang meminta memperkenalkan Mindo Rosalina Manulang ke Angelina Sondakh.

Mindo Rosalina adalah Direktur PT Anak Negeri yang telah menjadi terdakwa dalam dugaan korupsi tersebut. Sementara, Angelina Sondak adalah anggota Badan Anggaran DPR. Pertemuan keduanya untuk memuluskan alokasi anggaran dalam pembangunan wisma atlet tersebut.

Selain itu, Nazaruddin menuding Anas yang menyuruhnya kabur ke Singapura dan Kamboja. Asal tahu saja, Nazaruddin sempat kabur ke luar negeri sebelum akhirnya tertangkap di Cartegena, Kolombia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×