kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Partai Demokrat mengaku tidak melindungi Anas Urbaningrum


Jumat, 02 Desember 2011 / 12:10 WIB
ILUSTRASI. Suasana ruas jalan Tol Jagorawi di Depok, Jawa Barat, Minggu (27/9/2020). KONTAN/Baihaki


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Jero Wacik menegaskan Partai Demokrat tidak melindungi Anas Urbaningrum dalam penyidikan dugaan korupsi pembangunan wisma atlet SEA Games di Palembang, Sumatera Selatan. Dia menegaskan, partainya menyerahkan kasus tersebut pada proses hukum.

"Kalau ada bukti ya diungkap, kalau tidak ada bukti ya tidak bisa apa-apa kan," katanya, Jumat (2/12).

Nama Anas pernah disebut Nazaruddin sebagai orang yang berperan dalam dugaan korupsi tersebut. Nazaruddin menuding Ketua Umum Partai Demokrat itu sebagai orang yang meminta memperkenalkan Mindo Rosalina Manulang ke Angelina Sondakh.

Mindo Rosalina adalah Direktur PT Anak Negeri yang telah menjadi terdakwa dalam dugaan korupsi tersebut. Sementara, Angelina Sondak adalah anggota Badan Anggaran DPR. Pertemuan keduanya untuk memuluskan alokasi anggaran dalam pembangunan wisma atlet tersebut.

Selain itu, Nazaruddin menuding Anas yang menyuruhnya kabur ke Singapura dan Kamboja. Asal tahu saja, Nazaruddin sempat kabur ke luar negeri sebelum akhirnya tertangkap di Cartegena, Kolombia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×