kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.810.000   -40.000   -1,40%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Partai Demokrat mengaku tidak melindungi Anas Urbaningrum


Jumat, 02 Desember 2011 / 12:10 WIB
Partai Demokrat mengaku tidak melindungi Anas Urbaningrum
ILUSTRASI. Suasana ruas jalan Tol Jagorawi di Depok, Jawa Barat, Minggu (27/9/2020). KONTAN/Baihaki


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Jero Wacik menegaskan Partai Demokrat tidak melindungi Anas Urbaningrum dalam penyidikan dugaan korupsi pembangunan wisma atlet SEA Games di Palembang, Sumatera Selatan. Dia menegaskan, partainya menyerahkan kasus tersebut pada proses hukum.

"Kalau ada bukti ya diungkap, kalau tidak ada bukti ya tidak bisa apa-apa kan," katanya, Jumat (2/12).

Nama Anas pernah disebut Nazaruddin sebagai orang yang berperan dalam dugaan korupsi tersebut. Nazaruddin menuding Ketua Umum Partai Demokrat itu sebagai orang yang meminta memperkenalkan Mindo Rosalina Manulang ke Angelina Sondakh.

Mindo Rosalina adalah Direktur PT Anak Negeri yang telah menjadi terdakwa dalam dugaan korupsi tersebut. Sementara, Angelina Sondak adalah anggota Badan Anggaran DPR. Pertemuan keduanya untuk memuluskan alokasi anggaran dalam pembangunan wisma atlet tersebut.

Selain itu, Nazaruddin menuding Anas yang menyuruhnya kabur ke Singapura dan Kamboja. Asal tahu saja, Nazaruddin sempat kabur ke luar negeri sebelum akhirnya tertangkap di Cartegena, Kolombia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×