kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Pandemi Covid-19 berpotensi turunkan pendapatan hingga Rp 1.158 triliun


Jumat, 19 Juni 2020 / 19:37 WIB
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat melakukan konferensi pers daring, Selasa (16/6).


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

Bila masa PSBB dilanjutkan, dalam 30 minggu diperkirakan sektor manufaktur kehilangan 11,1 miliar jam kerjanya yang berarti berkurangnya daya beli sebesar Rp 222 triliun.

Sementara dari sektor pariwisata, sebanyak 12,7 juta pekerja sudah kehilangan 2,54 miliar jam kerja mereka dalam 10 minggu PSBB ini. Hal ini setara dengan menurunnya daya beli dengan total Rp 50,8 triliun.

Baca Juga: Kenaikan cukai dan pandemi surutkan serapan tenaga kerja di industri hasil tembakau

Bila PSBB ini dilanjutkan, maka dalam 30 minggu diperkirakan sektor pariwisata akan kehilangan 7,62 miliar jam kerja dan itu setara dengan berkurangnya daya beli dengan total Rp 152,4 triliun.

Analisis ini hanya sebagian kecil dari yang telah dan akan dihadapi Indonesia akibat Covid-19. Untuk itu, pemerintah mengaku akan terus memasang strategi untuk mengurangi ancaman tersebut.

Sri Mulyani menambahkan, respons pemerintah adalah hal terpenting dalam masalah ini. Menurutnya, dengan instrumen yang tepat, maka bisa untuk mempersiapkan negara dalam menghadapi kondisi yang sangat volatile.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×