kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.965.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.830   0,00   0,00%
  • IDX 6.438   38,22   0,60%
  • KOMPAS100 926   8,20   0,89%
  • LQ45 723   5,45   0,76%
  • ISSI 205   2,17   1,07%
  • IDX30 376   1,61   0,43%
  • IDXHIDIV20 454   0,42   0,09%
  • IDX80 105   1,01   0,98%
  • IDXV30 111   0,45   0,40%
  • IDXQ30 123   0,28   0,22%

PAN RB simulasikan pengurangan PNS


Selasa, 07 Juni 2016 / 16:05 WIB
PAN RB simulasikan pengurangan PNS


Reporter: Agus Triyono | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) menyatakan serius dengan usulan pengurangan pegawai negeri sipil (PNS). Untuk mematangkan usulan rasionalisasi tersebut, mereka telah membuat simulasi pengurangan PNS.

Yuddy Chrisnandi, Menteri PAN RB mengatakan dalam simulasi yang dilakukan kementeriannya, upaya pengurangan PNS bisa dilakukan dengan tiga cara. Pertama, dengan proses rasionalisasi alami yang terjadi akibat pegawai negeri memasuki usia pensiun.

Berdasarkan perkiraannya, setiap tahun akan ada 200.000 pegawai negeri yang pensiun. Sehingga sampai 2019 nanti diperkirakan akan ada 500.000 PNS pensiun.

Dengan itu, kementeriannya menghitung jumlah PNS yang tahun ini mencapai 4,5 juta akan berkurang menjadi 4 juta. Menurut Yuddy, jumlah ini masih di atas angka ideal, yakni hanya 3,5 juta PNS.

Kedua, menerapkan pertumbuhan negatif dalam penerimaan pegawai. Ketiga merasionalisasi PNS yang malas dan tidak disiplin. Yuddy mengatakan, rasionalisasi sebenarnya sudah mulai dilakukan beberapa waktu belakangan ini dengan memecat 2.000 PNS yang tidak disiplin.

Rasionalisasi besar- besaran akan mulai dilakukan 2017. "Untuk ini kami tengah matangkan dengan BKN, kami baru laporkan itu pada rapat KPRBN (Komite Pengarah Reformasi Birokrasi Nasional) yang dipimpin oleh Wapres Jusuf Kalla. Kami sedang menyiapkan laporan ke presiden? untuk minta izin melakukan itu," katanya.

Pemerintah berkeinginan untuk mengurangi PNS. Menurut mereka jumlah dan belanja PNS saat ini terlalu besar. Yuddy mengatakan, total belanja pegawai saat ini mencapai 33,8% dari belanja. Presiden Jokowi mengatakan, belanja pegawai tersebut perlu ditekan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

[X]
×