kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Pakaian bekas impor banyak bakteri, jangan dibeli!


Minggu, 01 Februari 2015 / 12:45 WIB
ILUSTRASI. Simak informasi mengenai promo Merdeka Ongkir dari Titipku, belanja bebas ongkir


Sumber: Kompas.com | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengimbau masyarakat untuk tidak membeli pakaian bekas impor. Dari hasil uji laboratorium, Kemendag mendapati berbagai bakteri yang bisa membuat kulit gatal-gatal sampai terkena penyakit saluran kelamin. 

"Baru memisahkan pakaian itu tangan sudah gatal. Dari uji lab, ternyata banyak bakteri yang berkoloni. Kita bisa kena gatal-gatal dan maaf kita bisa kena penyakit saluran kelamin," ujar Direktur Jenderal Standarisasi dan Perlindungan Konsumen (SPK) Widodo di Kantor Kemendag, Jakarta, Sabtu (31/1/2015). 

Ia menuturkan, uji laboratorium terhadap pakaian bekas itu dilakukan Kemendag selama 1 tahun. Menurut dia, sampel pakaian bekas diambil dari Pasar Senen Jakarta Pusat. 

"Kita ambil sampel pakaian bekas acak. Pakaian anak-anak dan dewasa. Kita pisahkan jadi lima kelompok terdiri dari lima pakaian," kata dia. 

Widodo mengatakan, pakaian bekas berbakteri itu masuk dari berbagai pelabuhan "tikus" di sepanjang pantai Sumatera. Karena masuk bukan dari pelabuhan resmi, Kemendag pun mengaku kesulitan melarang pakaiaan bekas impor itu. 

"Martabat bangsa jadi tidak baik. Saya turun sendiri ke (Pasar) Senen itu. Konsumen Indonesia belinya tenang sekali," ucap dia. (Yoga Sukmana)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×