kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   -20.000   -0,78%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Pajak Minimum Global Jadi Persoalan, Kemenkeu: Masih Dibahas Internal


Rabu, 23 Agustus 2023 / 15:43 WIB
ILUSTRASI. Kompleks gedung kantor pusat Kementerian Keuangan di kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Tendi Mahadi

Nah, kesimpulannya, setiap negara akan dipaksa untuk saling berkompetisi secara head to head tanpa pertimbangan faktor pajak. Oleh karena itu, adanya pendapat bahwa negara berkembang dipaksa untuk berkompetisi dengan negara maju yang notabene memiliki iklim investasi yang lebih baik tentu dapat dipahami.

"Kekhawatirannya ialah aliran FDI global di masa mendatang berpotensi kian terkonsentrasi di negara-negara maju," katanya.

Hanya saja menurut Bawono, perlu dilakukan penelusuran sejauh mana faktor pajak khususnya tarif dan insentif memang terbukti efektif menarik FDI. Apabila tidak efektif, sejatinya pajak minimum global relatif tidak banyak berpengaruh bagi aliran investasi masuk ke Indonesia.

Sementara, jika efektif, tentu pemerintah perlu memikirkan kembali posisi Indonesia serta mendesain skema insentif pajak yang kompetitif namun tidak melanggar kesepakatan global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×