kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pada Pertemuan Menkeu dan Gubernur Bank Sentral ASEAN, Sri Mulyani Ingatkan Hal Ini


Jumat, 25 Agustus 2023 / 12:06 WIB
Pada Pertemuan Menkeu dan Gubernur Bank Sentral ASEAN, Sri Mulyani Ingatkan Hal Ini
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan keterangan pers terkait pertemuan ASEAN Tingkat Menteri Keuangan dan Menteri Kesehatan (AFHMM) di Jakarta, Kamis (24/8/2023). Pertemuan tersebut di antaranya membahas penggalangan dana di kawasan ASEAN untuk mengatasi permasalahan kesehatan seperti pandemi di masa depan. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pertemuan ASEAN Finance Ministers' and Central Bank Governors' Meeting (AFMGM) ke-10 berlangsung pada  Jumat (25/8).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dalam pertemuan kali ini akan membahas terkait bagaimana cara untuk menyikapi perkembangan ekonomi global  dan regional yang tidak menentu dan cepat berubah.

“Jadi para Menteri (Keuangan) dan Gubernur (Bank Sentral) harus bisa juga menyikapi perubahan ini dengan cepat, efektif dan sebagai pengambil keputusan tertinggi untuk mendapatkan ruang di bawah badan sektoral kita. Kita akan menghabiskan sebagian besar waktu kita hari ini,” tutur Sri Mulyani dalam Opening Speech The 10th AFMGM, Jumat (25/8).

Selain membahas terkait perkembangan ekonomi global dan regional, para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN juga akan membahas terkait promosi pembiayaan infrastruktur dan pembiayaan transisi di wilayah Kawasan ASEAN.

Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Negara ASEAN Sepakat Memperluas Penggunaan Dana Pandemi

Sri Mulyani menyampaikan, saat pertemuan pertama AFMGM pada Maret lalu, ketegangan geopolitik global masih sangat tidak menentu atau bahkan cenderung memburuk, seperti yang sedang terjadi antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Bahkan, geopolitik yang terjadi di Rusia dan Ukraina masih terus berlanjut.

“Karena terkait dengan kawasan kita, sangat dirasakan oleh kita semua. Hal ini bisa menyebabkan dunia semakin terfragmentasi,” tambahnya.

Dia menambahkan, Amerika Serikat dan Tiongkok merupakan salah satu negara besar dan memiliki pengaruh besar pada perekonomian global. Sehingga ketegangan yang terjadi antara dua negara tersebut pasti akan mempunyai dampak tidak hanya terhadap kedua negara tersebut, namun juga terhadap seluruh dunia dan khususnya bagi kawasan ASEAN.

Baca Juga: Resmi Dibuka, Berikut Sejumlah Agenda Pembahasan ASEAN Energy Business Forum

Salah satu dampak yang dirasakan adalah inflasi global, yang kemudian berdampak pada inflasi domestik di negara Kawasan. Oleh karena itu, lanjutnya, negara Kawasan harus lebih memperkuat kolaborasi dan dan mempererat hubungan untuk memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga dengan baik.

“Hal ini termasuk melalui kerja sama kami dalam kebijakan jangka panjang seperti infrastruktur dan keuangan transisi. Bersama sebagai satu wilayah perekonomian ASEAN juga siap untuk semakin memperkuat posisi strategisnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dia menyampaikan, ekonomi ASEAN juga terus memperkuat posisi strategisnya dan sentralitasnya dalam bekerja sama dengan semua negara partner ASEAN untuk memperkuat perdagangan, investasi, dan perjanjian ekonomi di kawasan demi keuntungan ASEAN dan bermanfaat juga bagi dunia.

Baca Juga: Sri Mulyani Bicara Kesenjangan Infrastruktur di Hadapan Menkeu ASEAN

“Kami sudah mencapai progres yang bagus dalam target-target tahun ini, dan saya yakin bahwa kita akan melanjutkan ini di 2024. Terutama, kami ingin mendengar dari Laos soal prioritized economic deliverables untuk keketuaan ASEAN mereka di tahun depan,” imbuhnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×