kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Ini Agenda Pembahasan Pertemuan Pertama Menkeu dan Gubernur Bank Sentral ASEAN


Jumat, 31 Maret 2023 / 13:49 WIB
ILUSTRASI. Para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN mulai melakukan pertemuan pertama pada hari ini (31/3)


Reporter: Bidara Pink | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - BADUNG. Para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN mulai melakukan pertemuan pertama pada hari ini, Jumat (31/3) di Bali.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani menyambut kedatangan para otoritas moneter dan fiskal ASEAN.

Dalam forum ini, Perry berharap, para gubernur bank sentral dan para menteri keuangan bisa saling tukar pengalaman untuk mendorong perekonomian regional.

"Kita beri aksi dan pikiran yang konkrit untuk bisa halau risiko dan bisa menjaga integrasi regional di jalur yang tepat," tutur Perry dalam pembukaan Pertemuan Pertama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN (AFMGM) 2023, Jumat (31/3).

Perry pun menjabarkan beberapa agenda yang akan dibahas oleh para menteri keuangan dan gubernur bank sentral di bawah keketuaan Indonesia.

Pertama, memahami kondisi global untuk menyusun formula bauran kebijakan yang optimal.

Baca Juga: Buka Pertemuan Menkeu dan Gubernur Bank Sentral ASEAN, Ini Kata Sri Mulyani

Bauran kebijakan sebenarnya juga telah diterapkan oleh Indonesia. Dalam hal ini, bauran kebijakan dari sisi fiskal, dari sisi moneter, maupun bauran kebijakan fiskal dan moneter.

"Bauran kebijakan mengenai kebijakan suku bunga, intervensi, juga lalu manajemen aliran modal, termasuk bauran kebijakan makroprudensial dan moneter dukung pemulihan ekonomi tiga tahun terakhir," tambah Perry.

Kedua, menggodok pengembangan pembayaran lintas batas atau cross border payment. Ia berharap, ini bisa menjadi warisan tidak hanya untuk ASEAN tetapi juga untuk kondisi global.

Pembayaran lintas batas ini akan memberi manfaat berupa sistem pembayaran yang lebih cepat, lebih murah, juga lebih inklusif.

"Ini akan meningkatkan transaksi, yang bermuara pada pengembangan ekonomi, sehingga menaikkan pertumbuhan ekonomi," katanya.

Ketiga, pembahasan mengenai dinamika kondisi psasar keuangan di tengah tren kenaikan suku bunga bank-bank sentral besar dunia.

Baca Juga: Ini Pembahasan Pertemuan Para Deputi Gubernur Bank Sentral ASEAN

Kondisi ini mengharuskan pasar negara berkembang untuk memasang kuda-kuda dan menjaga kestabilan kondisi eksternal di tengah ancaman global.

Sebenarnya, berbagai upaya sudah dilakukan. Salah satunya, adalah dengan penerapan penggunaan mata uang lokal untuk perdagangan, investasi, dan pembayaran atau local currency transaction (LCT).

"Penggunaan LCT bisa mengurangi ketergantungan dengan mata uang utama, untuk menjaga kondisi eksternal dan mendukung perekonomian," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×