kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Buka Pertemuan Menkeu dan Gubernur Bank Sentral ASEAN, Ini Kata Sri Mulyani


Jumat, 31 Maret 2023 / 13:21 WIB
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati


Reporter: Bidara Pink | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - BADUNG. Pertumbuhan ekonomi regional ASEAN sudah menunjukkan titik terang, setelah pandemi Covid-19 mereda.

Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, negara-negara di ASEAN tetap harus waspada dengan tantangan yang akan terjadi ke depan.

"Kita tetap harus waspada dan tetap harus bersiap untuk tantangan global yang bisa mengganggu pertumbuhan regional," tutur Sri Mulyani dalam pembukaan Pertemuan Pertama Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral ASEAN (AFMGM) 2023, Jumat (31/3).

Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan menyusun kebijakan dalam merespons dinamika perekonomian global.

Di sisi lain, ASEAN perlu aktif dalam menanggulangi situasi yang terjadi, sehingga hasil yang dikeluarkan bisa menjaga pertumbuhan ekonomi dan menjaga keberlanjutannya.

Lebih lanjut, Sri Mulyani mengatakan di bawah para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral, setidaknya ada enam inisiatif yang terbagi dalam enam komite kerja.

Baca Juga: Ini Pembahasan Pertemuan Para Deputi Gubernur Bank Sentral ASEAN

Komite kerja tersebut merupakan bentuk kooperasi otoritas untuk mendukung upaya menjaga perekonomian.

Pertama, Komite Kerja ASEAN untuk Bidang Liberalisasi Jasa Keuangan atau Financial Services Liberalization.

Kedua, Komite Kerja ASEAN untuk Bidang Liberalisasi Neraca Modal atau Capital Account Liberalization.

Ketiga, Komite Kerja ASEAN untuk Bidang Pengembangan Pasar Modal atau Capital Market Development.

Keempat, Komite Kerja ASEAN untuk Bidang Inklusi Keuangan atau Financial Inclusion.

Kelima, Komite Kerja ASEAN untuk Bidang Kerangka Kerja Integrasi Perbankan atau ASEAN Banking Integration Framework.

Keenam, Komite Kerja ASEAN untuk Bidang Sistem Settlements dan Pembayaran Keuangan atau Payments and Settlements Systems.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×