kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

OC Kaligis: Neneng jadi alat penekan Nazaruddin


Senin, 15 Agustus 2011 / 20:21 WIB
ILUSTRASI. Urban Republic: Salah satu gerai milik Erajaya


Reporter: Dwi Nur Oktaviani | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Kuasa Hukum, Muhammad Nazaruddin, OC Kaligis, menduga kuat keberadaan Neneng Sri Wahyuni, istri Nazaruddin, akan dijadikan semacam alat tekan meneror kliennya secara psikis. Bagi OC Kaligis dalam keadaan tertekan secara psikis Nazaruddin akan menyepakati deal-deal yang ditawarkan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap kasusnya.

"Nazaruddin dicuci otaknya, sudah ketakutan sekarang. Jadi ada skenarionya istrinya ditangkap, apa pun yang berkaitan sama Nazaruddin akan ditangkap," ujar OC Kaligis di Nusantara III, Senin (15/8).

Namun sayang, OC Kaligis enggan mengungkapkan keberadaan Neneng. Namun yang pasti, sambungnya, ada deal-deal yang memang dilakukan pihak terkait. "Nanti saya mau bawa pulang langsung ke KPK. Karena Neneng sudah mau dipenjarakan kalau si ini Nazaruddin enggak mau bikin deal-deal atau enggak mau tanda tangan," tutupnya.

Seperti yang kita ketahui, Nenang Sri Wahyuni ikut bersama suaminya, Muhammad Nazaruddin, kabur ke luar negeri. Sejak Nazaruddin buron di Singapura, Neneng, yang belum lama ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam kasus korupsi pengadaan pembangkit listrik tenaga surya di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans), selalu mengikuti mantan Bendera Umum Partai demokrat itu ke sejumlah negara. Namun, saat dipulangkan Nazaruddin dari Bogota, Kolombia, tersangka kasus Wisma Atlet itu tidak didampingi Neneng. Menurut Wakil Dubes RI di Kolombia, Made Subagia, perempuan itu telah meninggalkan Kolombia, sebelum Nazaruddin tertangkap lebih dahulu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×