kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.949   -61,00   -0,36%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Nunun menjadi tanggungjawab KPK


Minggu, 01 Januari 2012 / 19:27 WIB
Nunun menjadi tanggungjawab KPK
ILUSTRASI. Warga melintas di dekat proyek pembangunan rumah subsidi di Ciampea, Bogor. KONTAN/Baihaki


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Tersangka kasus cek pelawat Nunun Nurbaeti masih menjalani perawatan medis di RS Soekanto, Keramat Jati, Jakarta Timur.

Sebelumnya, kondisi kesehatan Nunun kembali drop lantaran tekanan darahnya yang semakin meninggi pada Jumat (30/12/2011) lalu.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta, Taswem Tarib, mengatakan, selama dirawat di luar rutan, tersangka merupakan tanggung jawab Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Baik pengawalan maupun kebijakannya, kata Taswem, menjadi tanggung jawab KPK.

"Semua pengawalan itu tanggungjawab KPK, karena Ibu Nunun adalah titipan (tahanan) KPK. Kami hanya dapat menunggu remomendasi RS Polri terkait kondisi kesehatannya," ujar Taswem saat dihubungi, Minggu (1/1).

Seperti diketahui, tekanan darah tersangka kasus cek pelawat pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia tahun 2004 tersebut, mencapai 180 per 100 pada Jumat (30/12/2011) menjelang malam.

Alhasil, istri mantan Wakil Kepala Polri Adang Daradjatun tersebut kembali dibawa ke RS Polri pada malam itu setelah pihak rutan dan Kemenkum HAM melakukan koordinasi dengan penyidik KPK. (Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×