kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Neraca dagang September kembali defisit US$ 0,27 M


Senin, 03 November 2014 / 13:00 WIB
ILUSTRASI. Nonton Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba Swordsmith Village Arc Episode 7 & Link Resmi


Reporter: Jane Aprilyani, Uji Agung Santosa | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Neraca perdagangan Indonesia pada September 2014 mengalami defisit sebesar US$ 0,27 miliar. Defisit terjadi karena tingginya impor di sektor minyak dan gas (migas), sehingga neraca perdagangan di sektor migas defisit US$ 1,03 miliar. 

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, tingginya defisit sektor migas memang telah membuat perdagangan non migas yang  surplus sebesar US$ 0,76 miliar tidak begitu berarti. 

Kepala BPS Suryamin mengatakan, nilai ekspor Indonesia pada September 2014 sebesar US$ 15,28 miliar. Jumlah itu mengalami kenaikan 5,48% dibanding Agustus 2014. "Secara komulatif nilai ekspor Januari-September 2014 mencapai US$ 132,71%, turun 0,93% dibanding periode sama tahun lalu," katanya, Senin (3/11).

Data BPS menunjukkan, peningkatan terbesar ekspor nonmigas September 2014 terhadap Agustus 2014 terjadi pada bahan bakar mineral sebesar US$ 92,5 juta atau 5,73%, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada bahan kimia organik sebesar US$ 60,2 juta atau 21,46%.

Negara tujuan ekspor terbesar menuju Amerika Serikat (AS) sebesar US$ 1,39 miliar, disusul oleh Tiongkok dan Jepang. "Tiga negara tersebut menyumbang 31,35% nilai ekspor Indonesia," kata Suryamin.

Sedangkan untuk impor September 2014 mencapai US$ 15,55 miliar, naik 5,09% dibanding bulan sebelumnya. Impor non migas naik 4,39% menjadi US$ 11,89 miliar. Sedangkan impor migas naik 7,42% menjadi US$ 3,65 miliar. 

Walau turun 0,70% dibanding bulan selebumnya, nilai impor non migas terbesar di September 2014 masih dipegang  golongan barang mesin dan peralatan mekanik. Negara pemasok impor terbesar adalah Tiongkok sebesar US$ 2,73 miliar, disusul Jepang dan Thailand. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×