kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Neraca dagang jadi fokus Jokowi, ini taktik Mendag baru


Rabu, 23 Oktober 2019 / 15:51 WIB
Neraca dagang jadi fokus Jokowi, ini taktik Mendag baru
ILUSTRASI. Ketum PB Ikatan Anggar Seluruh Indonesia, Agus Suparmanto tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (22/10/2019).


Reporter: Abdul Basith | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Neraca dagang menjadi fokus kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Hal itu disampaikan Jokowi usai melantik menteri Kabinet Indonesia Maju. Sebagai petahana Jokowi bilang akan melanjutkan kerja 5 tahun sebelumnya.

"Kita ini kan melanjutkan dari yang sebelumnya. Pertama yang berkaitan dengan kejar defisit neraca perdagangan, defisit transaksi berjalan, kemudian membuka lapangan kerja," ujar Jokowi kepada wartawan, Rabu (23/10).

Arahan tersebut disampaikan pula kepada Menteri Perdagangan (Mendag) baru Agus Suparmanto. Agus menggantikan posisi Enggartiasto Lukita yang menjabat sebelumnya.

Baca Juga: Ini jadwal yang menanti Mendag baru untuk selesaikan perjanjian internasional

Salah satu cara memperbaiki neraca dagang adalah dengan meningkatkan produksi dalam negeri. Baik secara kuantitas mau pun secara kualitas.

Agus juga bilang akan melakukan evaluasi termasuk pada sisi produk ekspor. Hal itu untuk melihat potensi produk yang memiliki nilai tambah. "Produk ekspor mana yang kita harus support mengenai nilai yang memang mendorong ekspor," terang Agus.

Dari sisi regulasi juga Agus bilang akan menyederhanakan aturan dalam negeri. Selain itu impor juga diungkapkan Agus akan lebih selektif ke depan. Perjanjian dagang juga menjadi poin yang difokuskan ke depan. Perjanjian dagang tersebut diungkapkan harus memberikan keuntungan pada Indonesia.

Baca Juga: Ketua MPR Bambang Soesatyo berharap menteri baru bisa bantu Jokowi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×