kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.744   36,00   0,20%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

NasDem yakin Patrice 'legowo'


Kamis, 15 Oktober 2015 / 16:36 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Sekretaris Fraksi Nasdem Syarif Abdullah Alkadrie mengaku terkejut mendengar kabar ditetapkannya Sekretaris Jenderal DPP Partai Nasdem Patrice Rio Capella sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Saya yakin, beliau bisa mempertanggungjawabkan semua. Dan saya yakin, menurut saya, tidak sampai sejauh itu (gratifikasi)," kata Syarif saat dihubungi Kompas.com, Kamis (15/10).

Nasdem, kata dia, akan menghormati proses hukum yang akan dilakukan KPK terhadap Rio. Namun, Syarif enggan berkomentar saat ditanya terkait kelanjutan status Rio sebagai Sekjen Nasdem.

"Beliau ikut dalam proses pendirian dan pembesaran partai. Saya yakin, beliau pasti legawa dan gentleman mengambil sikap dalam hal ini," ujarnya.

Ia menambahkan, sikap Rio terkait posisinya di partai akan disampaikan dalam waktu dekat. "Mungkin hari ini atau besok akan menyatakan sikap ini," ujarnya.

Sebelumnya, pimpinan sementara KPK Johan Budi mengatakan, KPK menjerat Patrice terkait kasus dugaan gratifikasi dalam proses penanganan perkara bantuan daerah, tunggakan dana bagi hasil, dan penyertaan modal sejumlah badan usaha milik daerah di Provinsi Sumatera Utara.

"Penyidik menemukan dua bukti permulaan yang cukup menetapkan PRC sebagai tersangka selaku anggota DPR," ujar Johan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (15/10).

Penetapan Patrice sebagai tersangka merupakan pengembangan penyidikan dari kasus yang menjerat Gubernur nonaktif Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan istrinya, Evy Susanti, sebagai tersangka. Keduanya merupakan tersangka kasus dugaan suap kepada hakim dan panitera Pengadilan Tata Usaha Negara di Medan.

"GPN dengan ES diduga memberi hadiah atau janji, kalau PRC itu diduga menerima hadiah atau janji," kata Johan.

Namun, Johan enggan menyebut nominal yang diterima Patrice. Hingga saat ini, kata Johan, KPK masih akan melakukan pengembangan kasus. (Dani Prabowo)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×