kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.830.000   -50.000   -1,74%
  • USD/IDR 17.203   40,00   0,23%
  • IDX 7.544   -15,02   -0,20%
  • KOMPAS100 1.034   -5,43   -0,52%
  • LQ45 738   -5,48   -0,74%
  • ISSI 273   -0,42   -0,15%
  • IDX30 402   1,68   0,42%
  • IDXHIDIV20 493   5,89   1,21%
  • IDX80 116   -0,69   -0,59%
  • IDXV30 141   1,87   1,34%
  • IDXQ30 129   0,88   0,68%

Menuju Standar OECD, Prabowo Minta Aturan Investasi Disederhanakan


Rabu, 22 April 2026 / 10:42 WIB
Menuju Standar OECD, Prabowo Minta Aturan Investasi Disederhanakan
ILUSTRASI. Presiden Prabowo Subianto (Youtube/Sekretaris Presiden)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto meminta memangkas sejumlah regulasi yang dinilai menghambat investasi masuk ke dalam negeri.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari penyesuaian standar regulasi dengan negara-negara anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Dengan demikian, Indonesia diharapkan menjadi semakin ramah terhadap investasi.

“Pertek (Persetujuan Teknis) juga harus dievaluasi. Kata Bapak Presiden, jika menghambat, tidak perlu ada. Jadi harus terus ditingkatkan,” ujar Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani usai menghadap Presiden di Istana Negara, Selasa (21/4/2026).

Ia menambahkan bahwa pemerintah akan melakukan perbandingan (benchmarking) dengan negara-negara ASEAN serta standar regulasi OECD dan lainnya.

Baca Juga: OECD Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Jadi 4,8% pada 2026 dan 5% di 2027

Menurut Rosan, Kepala Negara menegaskan pentingnya arah investasi yang tidak hanya besar secara nominal, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas.

Rosan mengungkapkan bahwa Presiden mengarahkan agar setiap investasi yang masuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja.

“Pesan beliau, investasi yang masuk harus mampu mendorong penciptaan lapangan kerja yang tumbuh dengan baik, benar, dan berkualitas,” kata Rosan.

Presiden juga menekankan pentingnya percepatan eksekusi kebijakan investasi agar tidak terhambat oleh regulasi yang berbelit.

Baca Juga: Airlangga Tegaskan Peran Strategis Swasta dalam Percepatan Aksesi Indonesia ke OECD

“Ini sangat penting dan harus segera diakselerasi. Jangan sampai regulasi justru menjadi penghambat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rosan menyebutkan bahwa sejumlah komitmen investasi menunjukkan angka yang signifikan. Dari Jepang, potensi investasi tercatat mendekati USD 30 miliar, sementara dari Korea Selatan sekitar USD 10 miliar. Investasi dari Tiongkok juga disebut tetap tinggi dan konsisten.

Ia menambahkan, tren positif ini sejalan dengan target investasi nasional yang meningkat signifikan dalam lima tahun ke depan.

Jika pada periode 2014-2024 total realisasi investasi mencapai sekitar Rp9.100 triliun, maka pada periode 2025-2029 targetnya ditingkatkan menjadi lebih dari Rp13.000 triliun.

Baca Juga: Menteri Rosan Proyeksi Realisasi Investasi Kuartal I-2026 Tembus Rp 497 Triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×