CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Bank Indonesia Diprediksi Pertahankan BI-Rate 5,75% Pada RDG Juli 2026


Selasa, 21 Juli 2026 / 10:59 WIB
Bank Indonesia Diprediksi Pertahankan BI-Rate 5,75% Pada RDG Juli 2026
ILUSTRASI. BI diperkirakan mempertahankan suku bunga atau BI-Rate di level 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur 21-22 Juli 2026. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank Indonesia (BI) diperkirakan mempertahankan suku bunga atau BI-Rate di level 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur 21-22 Juli 2026.

Ekonom PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Myrdal Gunarto menilai, keputusan tersebut didukung oleh membaiknya kondisi pasar keuangan domestik yang ditandai dengan kembali masuknya aliran dana investor ke pasar saham maupun pasar Surat Utang Negara (SUN).

"Berhubung investor masuk kembali hadir di pasar saham dan juga pasar SUN kita, sehingga USD/IDR juga bertahan di bawah Rp 18.000 per dolar AS, maka kami perkirakan BI Rate masih tetap 5,75%," ujar Myrdal kepada Kontan, Senin (20/7/2026).

Baca Juga: Kemenhaj Rampungkan Mutasi 261 ASN, Mayoritas Berasal dari Pemda

Ia juga menyoroti posisi cadangan devisa Indonesia yang meningkat pada Juni 2026 dibandingkan Mei 2026. Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2026 tercatat sebesar US$ 145,6 miliar. Angka ini meningkat dibandingkan posisi pada akhir Mei 2026 yang berada di angka US$ 144,9 miliar.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa periode puncak permintaan valuta asing (valas) domestik telah berlalu sehingga tekanan terhadap nilai tukar rupiah mulai mereda.

Meski demikian, Myrdal mengingatkan terdapat risiko yang perlu dicermati, yakni kenaikan impor minyak seiring melonjaknya harga minyak dunia. Kendati begitu, ia menilai dampaknya terhadap inflasi masih akan terbatas.

"Kalaupun ada yang terlihat meningkat saat ini adalah nilai impor minyak kembali meningkat karena harga minyak kembali melonjak," katanya.

Baca Juga: Kementerian Haji Tambah 261 ASN Baru, Ingatkan Integritas & Siap Layani Haji 2027

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, Myrdal memperkirakan inflasi konsumen masih akan berada dalam kisaran yang terkendali pada bulan ini.

"Jadi proyeksi tekanan inflasi konsumen masih akan di bawah 3,5% pada Juli ini," pungkasnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×