kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 0   0   %

BGN Akan Cari Investor untuk Bangun SPPG di Wilayah 3T


Senin, 08 Juni 2026 / 18:05 WIB
BGN Akan Cari Investor untuk Bangun SPPG di Wilayah 3T
ILUSTRASI. Badan Gizi Nasional (BGN) berkomitmen melakukan efisiensi anggaran secara besar-besaran dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) (ANTARA FOTO/Andri Saputra)

Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Gizi Nasional (BGN) berkomitmen melakukan efisiensi anggaran secara besar-besaran dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah ini ditempuh melalui berbagai strategi, mulai dari menggandeng investor dan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk pembangunan dapur di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), hingga menghentikan sementara pembangunan dapur baru.

Kepala BGN Nanik S Deyang mengatakan pihaknya tengah mencari sumber pembiayaan alternatif untuk mendukung pembangunan dapur MBG di daerah 3T tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"3 T ini kami mencoba tidak menggunakan APBN. Kami akan coba kerjasamakan atau dibiayai dengan CSR-nya BUMN atau mungkin ada hibah luar negeri atau perusahaan besar misalnya berinvestasi masuk sini bikin dapur," kata Nanik di Istana Merdeka, Senin (8/6/2026).

Baca Juga: BGN Soal Dana SPPG Belum Cair: Sebagian Hoax !

Menurut Nanik, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya efisiensi yang sedang dijalankan BGN di tengah kebutuhan peningkatan kualitas layanan program MBG.

Selain mencari sumber pendanaan non-APBN, BGN juga memutuskan untuk melakukan moratorium pembangunan dapur baru. Saat ini, jumlah dapur MBG yang telah terbangun mencapai 27.877 unit di berbagai daerah.

Nanik menegaskan bahwa fokus utama lembaganya saat ini bukan lagi menambah jumlah dapur, melainkan memperbaiki tata kelola dan memastikan seluruh dapur yang sudah beroperasi berjalan sesuai standar yang ditetapkan.

Di sisi lain, BGN juga akan melakukan refocusing terhadap penerima manfaat program agar intervensi gizi lebih tepat sasaran. Menurutnya, bantuan sebaiknya diprioritaskan kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan.

"Apakah perlu sekolah-sekolah kaya? kan gizinya juga cukup di rumah. Maka kita arahkn ke anak-anak yang benar-bener membutuhkan intervensi gizi," jelasnya.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran sekaligus memperkuat dampak program terhadap perbaikan status gizi anak-anak Indonesia.

Nanik menambahkan bahwa sepanjang tahun ini BGN akan memprioritaskan peningkatan kualitas layanan dibandingkan ekspansi program secara kuantitatif.

"Kami akan cek apakah, dapur ini sudah sesuai dengan juknis atau tidak," lanjutnya.

Dalam pengawasan tersebut, BGN akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional dapur, termasuk kepatuhan terhadap petunjuk teknis, standar keamanan pangan, serta kualitas pelayanan yang diberikan kepada penerima manfaat.

Baca Juga: Prabowo Resmi Lantik Nanik Jadi Kepala BGN

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional menggantikan Dadan Hindayana. Pelantikan berlangsung di Istana Merdeka pada Senin (8/6/2026).

Nanik dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 18/M Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala BGN serta pemberhentian Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Dalam prosesi tersebut, Presiden Prabowo mengambil sumpah jabatan Nanik sebagai Kepala BGN.

"Bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja dengan sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab,” ucap Presiden mendiktekan sumpah jabatan.

Selain melantik Nanik, Presiden juga mengangkat dua Wakil Kepala BGN, yakni Agustina Arumsari dan Mayor Jenderal TNI Trenggono.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait


TERBARU

×