kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.870   24,00   0,14%
  • IDX 8.885   -52,03   -0,58%
  • KOMPAS100 1.226   -2,75   -0,22%
  • LQ45 867   -1,47   -0,17%
  • ISSI 324   0,11   0,04%
  • IDX30 441   1,22   0,28%
  • IDXHIDIV20 520   3,38   0,65%
  • IDX80 136   -0,29   -0,21%
  • IDXV30 144   0,32   0,22%
  • IDXQ30 142   1,10   0,79%

Menteri Bahlil Ikut Was-Was dengan Konflik China-Taiwan


Senin, 08 Agustus 2022 / 19:19 WIB
Menteri Bahlil Ikut Was-Was dengan Konflik China-Taiwan
ILUSTRASI. Menteri Investasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mewaspadai konflik yang terjadi antara Taiwan dan China.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketegangan geopolitik antara Taiwan dan China semakin memanas setelah kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi ke Taiwan.

Menteri Investasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mewaspadai konflik yang terjadi antara Taiwan dan China. Pasalnya, China menjadi salah satu negara dengan investasi terbesar di Indonesia.

"Konflik China dan Taiwan harus kita waspadai. Kenapa harus kita waspadai? Salah satu negara investasi yang besar di Indonesia itu China dan Taiwan juga ikut," tegas Bahlil dalam konferensi pers Kementerian Investasi/BKPM, Senin (8/8).

Mengutip dari laman bkpm.co.id, China menjadi negara ketiga yang paling banyak berinvestasi di Indonesia. Di tahun 2017 silam misalnya, investasi China di Indonesia mencapai US$ 3,36 miliar. Investasi China terus merangkak naik.

Baca Juga: Para Pengusaha Sambut Baik Peta Peluang Investasi 2022

Padahal pada tahun 2013, investasi China di Indonesia jumlahnya baru sebesar US$ 297 dan bertengger di posisi 12. Kemudian pada tahun 2015 naik menjadi peringkat ke-9 dengan investasi US$ 628 juta hingga mencapai posisi ketiga pada tahun 2017.

Sementara pada Semester I-2022, China berada menduduki peringkat kedua dengan nilai penanaman modal asing (PMA) mencapai US$ 3,6 miliar.

Bahlil mengatakan, pihaknya tengah mendalami upaya agar dampak dari konflik China-Taiwan tersebut tidak akan berpengaruh terlalu dalam terhadap investasi. Namun ia optimistis, konflik tersebut tidak akan menimbulkan dampak negatif semata, melainkan juga akan menimbulkan dampak positif seperti perang Rusia-Ukraina.

"Misalnya saja saat ada konflik Rusia-Ukraina, ada beberapa negara yang memanfaatkan ekonomi dari kondisi itu. Nah mungkin kalau ini terjadi antara China-Taiwan, kita masuk pada ruang-ruang itu," kata Bahlil.

Baca Juga: Dapat Mandat dari Jokowi, Bahlil Kejar Target Investasi Rp 1.200 Triliun pada 2023

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×