kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.059.000   35.000   1,16%
  • USD/IDR 16.960   17,00   0,10%
  • IDX 7.586   -124,85   -1,62%
  • KOMPAS100 1.060   -17,16   -1,59%
  • LQ45 776   -11,77   -1,49%
  • ISSI 267   -5,67   -2,08%
  • IDX30 410   -8,94   -2,13%
  • IDXHIDIV20 507   -8,43   -1,64%
  • IDX80 119   -2,14   -1,77%
  • IDXV30 137   -1,76   -1,26%
  • IDXQ30 133   -2,57   -1,90%

Menristek sebut tipe Covid-19 di Indonesia beda dengan 3 tipe lain di dunia


Selasa, 05 Mei 2020 / 22:05 WIB
Menristek sebut tipe Covid-19 di Indonesia beda dengan 3 tipe lain di dunia


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro mengatakan, tipe virus corona (Covid-19) di Indonesia berbeda dengan dengan 3 jenis virus Covid-19 di dunia.

Hal tersebut dikemukakan berdasarkan hasil analisa tiga analisis gen atau Whole Genome Sequencing (WGS) yang dikirimkan oleh Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman ke gisaid.org.

Baca Juga: Matahari (MPPA) tebar diskon khusus 5% bagi pahlawan Covid-19, siapa saja?

Saat ini, Gisaid mengumpulkan data terkait Covid-19 dari berbagai negara, dimana sejauh ini ada 3 tipe Covid-19 yang ditemukan yakni tipe S, G dan V. Sementara, Bambang menyebut, tipe yang dikirimkan dari Indonesia, tidak termasuk ketiga tipe tersebut.

"Di luar 3 tipe itu ada yang disebut dengan tipe lain , atau yang belum terindentifikasi. Ternyata WGS yang dikirim Indonesia termasuk kategori yang lainnya, jadi tidak termasuk kategori S, G, maupun V," tutur Bambang dalam rapat gabungan dengan DPR, Selasa (5/5).

Meski begitu, Bambang menyebut, hasil yang didapatkan ini merupakan langkah awal. Menurutnya, Indonesia akan mengirimkan lebih banyak lagi WGS untuk melihat kategori seperti apa virus Covid-19 yang ada di Indonesia.

Baca Juga: Wabah covid-19 di Indonesia mulai dapat dikendalikan

Menurut dia, hasil ini diperlukan untuk pengembangan vaksin untuk Covid-19. Pasalnya, nanti setelah WGS didapatkan bisa dibuat protein rekombinasi yang menghasilkan antigen.




TERBARU

[X]
×