kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Menperin sebut kontribusi industri terhadap ekonomi masih tinggi


Senin, 15 April 2019 / 17:45 WIB


Reporter: Resya Nugraha | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Perindustrian (Memperin) Airlangga Hartarto menanggapi isu perindustrian Indonesia yang dianggap mengalami deindustrialisasi. Airlangga menjelaskan, peran industri di Indonesia saat ini justru mencapai angka yang tinggi. Bahkan dia menyebut kontribusi industri terhadap ekonomi cukup tinggi.

"Kontribusi industri terhadap ekonomi ini tinggi, yaitu 20,2% (tahun 2017). Dibanding dengan negara lain, kita ini yang kontribusi industrinya lebih besar," jelasnya dalam acara Indonesia Industrial Summit 2019 di ICE BSD, Tangerang, Senin (15/4).

Ia menjelaskan, saat ini Indonesia berada dalam urutan lima besar dalam kontribusi perindustriannya. "Kita berada di samping negara lain seperti Tiongkok, Korea, Jepang jdan Jerman. Kita punya kemampuan relatif tinggi," jelasnya.

Berdasarkan data tahun 2018, kontribusi industri terbesar Indonesia dalam nilai ekspor berada dalam tiga sektor yaitu industri makanan mencapai 29,78%, industri logam dasar mencapai 15,46%, dan industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia mencapai 13,95%.

"Dengan implementasi industri 4.0 ini, Indonesia berpotensi mendapatkan penambahan PDB sebesar US$ 155 Miliar pada 2025," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×