kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Menperin sebut kontribusi industri terhadap ekonomi masih tinggi


Senin, 15 April 2019 / 17:45 WIB


Reporter: Resya Nugraha | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Perindustrian (Memperin) Airlangga Hartarto menanggapi isu perindustrian Indonesia yang dianggap mengalami deindustrialisasi. Airlangga menjelaskan, peran industri di Indonesia saat ini justru mencapai angka yang tinggi. Bahkan dia menyebut kontribusi industri terhadap ekonomi cukup tinggi.

"Kontribusi industri terhadap ekonomi ini tinggi, yaitu 20,2% (tahun 2017). Dibanding dengan negara lain, kita ini yang kontribusi industrinya lebih besar," jelasnya dalam acara Indonesia Industrial Summit 2019 di ICE BSD, Tangerang, Senin (15/4).

Ia menjelaskan, saat ini Indonesia berada dalam urutan lima besar dalam kontribusi perindustriannya. "Kita berada di samping negara lain seperti Tiongkok, Korea, Jepang jdan Jerman. Kita punya kemampuan relatif tinggi," jelasnya.

Berdasarkan data tahun 2018, kontribusi industri terbesar Indonesia dalam nilai ekspor berada dalam tiga sektor yaitu industri makanan mencapai 29,78%, industri logam dasar mencapai 15,46%, dan industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia mencapai 13,95%.

"Dengan implementasi industri 4.0 ini, Indonesia berpotensi mendapatkan penambahan PDB sebesar US$ 155 Miliar pada 2025," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×