Reporter: kompas.com | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.DI- JAKARTA. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno mengatakan, terdapat potensi perbedaan tanggal Hari Raya Idul Fitri 2026 antara pemerintah dan Muhammadiyah.
Diketahui, Muhammadiyah sudah menetapkan 20 Maret 2026 sebagai hari Lebaran. Namun, pemerintah belum menetapkan tanggal Lebaran, karena mereka baru akan menggelar sidang isbat pada 19 Maret 2026.
Baca Juga: Ngebut, Belanja APBN Per Februari 2026 Sudah Tembus Rp 493,8 Triliun
"Memang terdapat potensi perbedaan Hari Raya Idul Fitri, nanti kita tunggu hasilnya, tapi itu tidak mengganggu ya mengenai jadwal libur dan seterusnya," ujar Pratikno dalam jumpa pers di Istana, Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Pratikno menyampaikan, kalaupun penetapan Hari Raya Idul Fitri antara pemerintah dan Muhammadiyah berbeda, sebenarnya itu tidak masalah. Hanya saja, Pratikno tetap berharap pemerintah dan Muhammadiyah ber-Lebaran pada hari yang sama. "Nah ini nanti 1 Syawal-nya itu beda atau tidak, ya semoga sama, kalaupun beda tidak apa-apa," ucap Pratikno.
Menurut Pratikno, yang paling penting adalah bagaimana umat Muslim saling menghargai pilihannya satu sama lain.
"Jadi ya kita memang ya kita tidak harus sama, kita bisa berbeda. Tapi yang penting adalah kita saling menghormati, saling menghargai jika memang terdapat perbedaan hasil sidang isbat di tanggal 1 Syawal," imbuhnya.
Baca Juga: Imbas Konflik Timur Tengah, Defisit Transaksi Berjalan Diramal Meningkat
Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/03/11/14242471/pemerintah-sebut-ada-potensi-perbedaan-tanggal-lebaran-2026-dengan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













