kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.542   12,00   0,07%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Menko Airlangga Ungkap RI Siap Impor Migas dari AS hingga US$ 15,5 Miliar


Kamis, 03 Juli 2025 / 18:27 WIB
Menko Airlangga Ungkap RI Siap Impor Migas dari AS hingga US$ 15,5 Miliar
ILUSTRASI. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkap rencana impor komoditas energi dari Amerika Serikat (AS) bakal resmi diteken pada 7 Juli 2025.

Salah satunya, Indonesia berkomitmen untuk memborong migas dari Amerika Serikat dengan total mencapai US$ 15,5 miliar atau sekitar Rp 251 triliun (Asumsi kurs: Rp16.214).

Airlangga memastikan, rencana peningkatan impor komoditas dari AS itu juga telah dibicarakan dengan sejumlah stakeholder mulai dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) hingga BPI Danantara.

“Jadi tadi sudah dibahas tentang rencana Indonesia mengenai pembelian energi yang totalnya bisa mencapai US$ 15,5 miliar, kemudian terkait juga dengan pembelian barang agrikultur, dan juga terkait dengan rencana investasi termasuk di dalamnya oleh BUMN dan Danantara,” jelasnya dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (3/7/2025).

Baca Juga: Bahlil Tegaskan: Impor Migas dari AS Sudah Pasti, Meski Butuh Waktu 40 Hari

Meski demikian, Airlangga masih enggan merinci detail komodtas energi yang bakal diimpor  tersebut. 

Airlangga menjelaskan pengumuman komoditas itu baru akan dilaksanakan usai pemerintah resmi mengantongi kejelasan penetapan tarif resiprokal.

“Yang kedua terkait detailnya (komoditas energi yang akan diimpor) nanti sesudah diumumkan baru kita umumkan juga,” tandasnya.

Untuk diketahui, komitmen RI untuk meningkatkan impor dari AS itu dilakukan sebagai salah satu strategi negosiasi pengenaan tarif resiprokal AS. Di mana, sebelumnya Indonesia dibebankan tarif sebesar 32%.

Lewat upaya peningkatan ekspor itu, Airlangga menyebut Pemerintah menginginkan Indonesia tidak dikenakan tarif resiprokal oleh Amerika Serikat (AS) alias 0% tarif resiprokal. 

Baca Juga: Rencana Impor Migas dari AS, Ini Strategi Pertamina International Shipping (PIS)

Hal ini disampaikannya mengingat tenggat waktu negosiasi dagang dengan AS tinggal menghitung hari, yakni pada 8-9 Juli 2025.

"Tentu kita ingin agar tarif resiprokal tidak dikenakan terhadap Indonesia. (Sampai nol) ya, tapi tentu mereka punya kebijakan tersendiri," kata Airlangga.

Airlangga nampaknya cukup percaya diri dengan hal tersebut, mengingat Pemerintah juga telah memberikan penawaran (second offer) kepada AS, yakni berupa investasi Mineral Kritis (Critical Mineral) dan ekosistem EV.

"Ini lanjutan dari pembicaraan, karena kita sudah memberikan proposal, ada counter proposal, kemudian kita kirim proposal lagi," pungkasnya.

Baca Juga: Indonesia Tengah Jajaki Peningkatan Impor Minyak dan LPG dari AS

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×