kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.669.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.925   15,00   0,09%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Menko Airlangga Masih Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 2022 Capai 5,2%


Jumat, 05 Agustus 2022 / 15:13 WIB
Menko Airlangga Masih Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 2022 Capai 5,2%
ILUSTRASI. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan keterangan pers usai Rapat Terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 4 Agustus 2022.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto masih optimistis pertumbuhan ekonomi tahun 2022 bisa berada di level 5,2% yoy. Hal ini juga sehubungan dengan capaian pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2022 yang sebesar 5,44% yoy. 

Airlangga memberikan syarat pertumbuhan ekonomi untuk tumbuh di atas 5% yoy pada tahun ini. 

“Salah satunya, pengendalian pandemi masih harus terus dilaksanakan dan juga perbaikan sistem kesehatan terus dilanjutkan,” tutur Airlangga saat ditemui awak media di kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (5/8). 

Baca Juga: Wow, Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,44% di Kuartal II-2022

Selain pengendalian Covid-19 yang masih menjadi isu dunia kini, respon kebijakan ekonomi termasuk fiskal dan moneter juga harus diperhatikan. Koordinasi antara kedua kebijakan ini harus terjalin dengan baik. 

Pemerintah juga perlu untuk melakukan reformasi struktural dalam mendorong efisiensi penciptaan lapangan kerja baru. Dengan masyarakat yang terserap lapangan kerja, diharapkan mampu menambah daya beli masyarakat. 

Meski begitu, Airlangga tak menampik masih ada tantangan yang akan dihadapi Indonesia ke depan, seperti peningkatan kasus harian Covid-19, konflik geopolitik antara Rusia dan Ukraina, perubahan iklim, isu ketahanan energi, inflasi, dan juga normalisasi kebijakan suku bunga negara-negara lain. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×