kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Menkeu: Sanitasi minim jadi sumber kemiskinan


Minggu, 27 Agustus 2017 / 15:51 WIB


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan sumber kemiskinan bisa bermacam-macam. Salah satunya, ketiadaan sanitasi atau jamban.

Ia mengatakan, sebagai contoh di Desa Ponggok, Klaten, Jawa Tengah, kemiskinan di sana berkurang dengan cepat. Hal ini karena dana desa yang digelontorkan pemerintah pada tahun pertama digunakan untuk membangun sanitasi.

“Mereka di tahun pertama membangun jamban. Ini masalah kemiskinan. Kalau belum ada jamban, maka dia menimbulkan polusi lalu diare, dan kalau sudah sakit menjadi makin miskin,” katanya di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu, (27/8).

Sri Mulyani mengatakan, tiga tahun yang lalu desa tersebut tidak punya usaha apa-apa. Namun saat ini, masing-masing rumah tangga yang jumlahnya 700, sebagian menjadi shareholder dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang omzetnya Rp 10,3 miliar pada 2016 lalu. Padahal, awalnya pada 2013, keuntungan BUMDes tersebut hanya Rp 211 juta.

“Hanya dalam tiga tahun karena mereka mengelola mata air jadi tempat pariwisata. Desa lain juga punya mata air, tapi tidak jadi apa-apa karena visinya tidak ada,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×