kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Menkeu: Sanitasi minim jadi sumber kemiskinan


Minggu, 27 Agustus 2017 / 15:51 WIB
Menkeu: Sanitasi minim jadi sumber kemiskinan


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan sumber kemiskinan bisa bermacam-macam. Salah satunya, ketiadaan sanitasi atau jamban.

Ia mengatakan, sebagai contoh di Desa Ponggok, Klaten, Jawa Tengah, kemiskinan di sana berkurang dengan cepat. Hal ini karena dana desa yang digelontorkan pemerintah pada tahun pertama digunakan untuk membangun sanitasi.

“Mereka di tahun pertama membangun jamban. Ini masalah kemiskinan. Kalau belum ada jamban, maka dia menimbulkan polusi lalu diare, dan kalau sudah sakit menjadi makin miskin,” katanya di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu, (27/8).

Sri Mulyani mengatakan, tiga tahun yang lalu desa tersebut tidak punya usaha apa-apa. Namun saat ini, masing-masing rumah tangga yang jumlahnya 700, sebagian menjadi shareholder dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang omzetnya Rp 10,3 miliar pada 2016 lalu. Padahal, awalnya pada 2013, keuntungan BUMDes tersebut hanya Rp 211 juta.

“Hanya dalam tiga tahun karena mereka mengelola mata air jadi tempat pariwisata. Desa lain juga punya mata air, tapi tidak jadi apa-apa karena visinya tidak ada,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×