kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Menkeu: Kualitas pekerja kunci pertumbuhan ekonomi


Kamis, 06 Februari 2014 / 12:24 WIB
ILUSTRASI. JAKARTA. Karyawan menunjukkan logam mulia emas di gerai Pegadaian, Jakarta. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Syarifah Nur Aida | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Menteri Keuangan Chatib Basri menilai bahwa sektor pendidikan menjadi salah satu faktor krusial bagi Indonesia dalam menghadapi 'middle income trap'.

"Yang paling ideal itu adalah pendidikan formal. Tapi tidak semua orang harus jadi doktor, masuk universitas. Yang harus didukung adalah vocational training atau pendidikan kejuruan," ujar Chatib dalam seminar nasional "Menghindari Risiko Middle Income Trap melalui pertumbuhan yang ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan", di Jakarta, Kamis (6/2).

Menurut Chatib dengan meningkatkan kemampuan pekerja melalui pendidikan, mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi menjadi lebih tinggi lagi. "Kita harus mengarah ke sana, kalau tidak, pertumbuhan hanya sekitar 5-6% dan kita tidak bisa berkembang ke new stage development," katanya.

Diakui Chatib, pemerintah daerah selalu mengeluh soal terbatasnya dana untuk mengoptimalkan Balai Latihan Kerja (BLK) secara maksimal. Salah satunya karena usangnya teknologi mesin yang digunakan.

Menurutnya, salah satu alternatif yang bisa diambil untuk meningkatkan kualitas pekerja, antara lain peran perusahaan swasta yang mengadakan pelatihan khusus sesuai dengan kebutuhan.

"Saya ambil contoh, salah satu yang terkenal dengan pelatihannya adalah GE (General Electric). Jika tidak dilakukan, upah akan mengalami peningkatan, tapi kualitas tidak. Maka dengan training tersebut, menjadi kunci untuk menghindari middle income trap," jelas Chatib.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×