kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Menkeu: ICP & kurs rupiah tak bisa dikontrol


Kamis, 22 Januari 2015 / 15:11 WIB
ILUSTRASI. Nonton Seija Musou: Salaryman Episode 5 Subtitle Indonesia, Link Resmi Cek di Sini


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Hingga Februari 2015 nanti, pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan melakukan pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2015. Salah satu pembahasan yang dibahas adalah asumsi makro 2015.

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, ada dua asumsi makro yang tidak bisa dikontrol yaitu Indonesian Crude Price (ICP) dan nilai tukar rupiah. Untuk ICP, asumsinya sangat ditentukan oleh harga minyak dunia. "ICP itu dikendalikan oleh pasar, khususnya oleh produsen minyak terkenal dunia," ujar Bambang dalam Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPR Jakarta, Kamis (22/1).

Soal rupiah, menurut Bambang, ada faktor yang berasal dari dalam negeri dan ada sebagian faktor yang sifatnya eksternal. Untuk menahan fluktuasi nilai tukar rupiah yang terlalu tajam, memang harus ada upaya dari BI dan pemerintah. Namun juga tidak bisa terhindarkan adanya faktor global.

Untuk dua asumsi ini, pemerintah akan bersifat realistis dengan melihat perkembangan terakhir. Mengenai berapa asumsi yang realistis, dirinya enggan menjelaskan lebih lanjut. "Kita akan melihat perkembangan terakhir," tandasnya.

Adapun dalam RAPBN-P 2015, asumsi ICP adalah US$ 70 per barel dan rupiah pada level Rp 12.200 per dollar Amerika Serikat (AS).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×