kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Meneg BUMN: Pasokan Listrik Baru Mencapai 65%


Jumat, 29 Januari 2010 / 10:36 WIB


Sumber: kontan | Editor: Tri Adi

JAKARTA. Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Mustafa Abubakar menegaskan, kecukupan pasokan listrik saat ini baru mencapai 65%. Oleh sebab itu, pemerintah mempercepat pembangunan pembangkit listrik lewat proyek 10.000 MW tahap I dan II. "Tahap II menggunakan energi terbarukan, seperti panas bumi 4.000 MW dan tenaga air 1.000 MW," jelas Mustafa. Selain itu, Mustafa berharap, restrukturisasi dan reorganisasi PLN segera berdaya guna untuk mengatasi persoalan listrik ke depan.

Namun, tampaknya niat pemerintah ini bukan tanpa masalah. Implementasi Perpres 10.000 MW tahap I dan II tidak mudah. Meski telah menjamin keterlibatan swasta, tapi pemerintah tidak mudah mencari dana untuk membiayai proyek ini.

"Apakah swasta bisa mencari pendanaan?" tanya Pengamat Kelistrikan dari Institute for Essential Service Reform, Faby Tumiwa. Menurut Faby, faktor sumber dana ini bisa menghambat proyek 10.000 MW tahap I dan II. Selain itu, PLN dihadapkan pada tren kenaikan harga minyak dunia. "Biaya PLN untuk pengadaan BBM masih tinggi," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×