Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau 61,2 juta penerima manfaat, dengan 49 juta di antaranya merupakan penerima manfaat kategori siswa sekolah.
Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat BGN, Khairul Hidayati mengatakan capaian tersebut menempatkan Indonesia menjadi peringkat kedua di dunia dalam jumlah penerima manfaat program makan sekolah.
Hida menyebut Data global yang dihimpun dari World Food Programme (WFP) menunjukkan posisi pertama diraih India dengan 118 juta penerima program makan sekolah, sementara Indonesia berada di atas sejumlah negara besar seperti Brasil (38,5 juta), China (34,57 juta), dan Amerika Serikat (30,1 juta).
Baca Juga: Hashim Djojohadikusumo: Sektor Perumahan Mampu Sokong Ekonomi 2% Per Tahun
"Capaian tersebut memperlihatkan komitmen kuat pemerintah dalam memastikan pemenuhan gizi anak-anak usia sekolah sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia," kata Hida dalam keterangan resminya, Senin (9/3/2026).
Hida menegaskan capaian tersebut menjadi indikator bahwa Indonesia mulai memainkan peran penting dalam upaya global memperkuat ketahanan gizi anak melalui program makan sekolah.
“Dengan lebih dari 61,2 juta penerima manfaat, Indonesia kini menjadi salah satu negara dengan program makan sekolah terbesar di dunia. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan setiap anak mendapatkan akses terhadap makanan bergizi yang aman dan berkualitas,” ujar Hida.
Menurut Hida, program MBG juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam menyiapkan generasi Indonesia yang sehat dan produktif.
Baca Juga: Danantara Gelontorkan Rp 16 Triliun untuk Pembangunan 18 Tower Rusun Subsidi Meikarta
Saat ini, penerima manfaat terbesar berasal dari kalangan siswa sekolah yang mencapai 49 juta lebih, sehingga dampak program ini langsung dirasakan dalam lingkungan pendidikan.
“Program MBG bukan hanya soal penyediaan makanan, tetapi juga investasi masa depan bangsa. Dengan dukungan sistem pelaksanaan yang kuat, program ini diharapkan mampu memperkuat kualitas gizi sekaligus mendukung peningkatan prestasi belajar anak-anak Indonesia,” tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













