Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, memproyeksikan sektor perumahan bakal turut menyokong pertumbuhan ekonomi nasional.
Hashim berpendapat, jika program pembangunan 3 juta rumah per tahun berjalan mulus, sektor ini diyakini mampu menyumbang tambahan pertumbuhan ekonomi sebesar 1,5% hingga 2% setiap tahunnya.
Menurutnya, sinergi antara sektor perumahan dan hilirisasi akan membawa angka pertumbuhan ekonomi melampaui target yang dipasang pemerintah saat ini. Penambahan dari sektor perumahan dipadu dengan efek hilirisasi dianggap mampu untuk menembus angka pertumbuhan 8%.
Baca Juga: Danantara Gelontorkan Rp 16 Triliun untuk Pembangunan 18 Tower Rusun Subsidi Meikarta
"Kita sudah perkirakan kalau nanti semua jalan sesuai dengan keinginan kita 3 juta rumah apartemen kalau bisa setiap tahun, ini kita bisa dapat 1,5% sampai 2%," ujarnya saat groundbreaking rusun subsidi Meikarta, Minggu (8/3/2026).
Hashim menuturkan, potensi besar ini didorong oleh tingginya angka backlog atau kebutuhan rumah di masyarakat. Berdasarkan data yang dihimpun Satgas, saat ini terdapat antrean jutaan keluarga yang sedang menunggu ketersediaan hunian baru yang lebih layak dan terjangkau.
"Seperti saya katakan tadi ada yang sudah minta antrian itu antara 9 sampai 15 juta keluarga yang start in antrian untuk dapat rumah baru, rumah yang terjangkau, tapi di samping itu ada 27 juta keluarga tinggal di rumah tidak layak huni berarti tempat gubuk, tempat tidak ada air, tidak ada listrik dan sebagainya," tuturnya.
Hashim tak menampik bahwa penyediaan hunian layak bagi puluhan juta keluarga tersebut merupakan tantangan besar bagi pemerintah. Namun, ia melihat kondisi ini sebagai peluang emas untuk menggerakkan roda ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja dan konsumsi material bangunan di dalam negeri.
Baca Juga: Istana Bantah Board of Peace (BoP) Tak Bela Kepentingan Palestina
Melihat besarnya permintaan tersebut, Hashim optimistis target pertumbuhan ekonomi yang ambisius bisa tercapai dalam beberapa tahun ke depan.
"Memang tantangan besar tapi ini adalah kesempatan untuk kita dan saya yakin ke depan ekonomi kita akan melampaui 8% per tahun," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













