kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Masyarakat Lebih Antusias Belanja di Ramadan Tahun ini, Paling Banyak Untuk Fesyen


Minggu, 07 April 2024 / 17:12 WIB
Masyarakat Lebih Antusias Belanja di Ramadan Tahun ini, Paling Banyak Untuk Fesyen
ILUSTRASI. Calon pembeli memilih pakaian bekas (thrifting) di Pasar Baru, Jakarta, Kamis (4/4/2024). Pusat penjualan baju bekas tersebut menjadi alternatif masyarakat untuk berbelanja baru Lebaran karena harganya lebih murah dibandingkan produk-produk fesyen yang baru. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tahun ini, masyarakat Indonesia lebih antusias untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri 1445 H.

Berdasarkan data Mandiri Spending Index, hingga minggu ketiga Ramadan, belanja masyarakat meningkat 6,5% dibanding periode sebelum Ramadan. Belanja masyarakat juga lebih tinggi dibanding kenaikan di Ramadan 2023 yang sebesar 5,4%.

Hal ini, salah satunya didorong oleh pemberian THR yang mendorong belanja meningkat hingga 7,1% dibanding periode pra-THR.

“Pertumbuhan tertinggi terjadi di Jawa (7,9%), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan di 2023 (5,9%),” mengutip postingan akun Instagram Direktorat Treasury & International Banking PT Bank Mandiri (Persero) Tbk @oce_mandiri, Sabtu (6/4).

Baca Juga: Efek Ramadan, Transaksi Melalui Shopee Live Naik 44 Kali Lipat

Kemudian pertumbuhan selanjutnya terjadi di Sumatra sebesar 5,4%, disusul Sulawesi 4,4%, Maluku dan Papua sebesar 3,6%, dan Kalimantan sebesar 2,7%. Akan tetapi pertumbuhan di pulau Bali dan Nusa tenggara mengalami defisit 2,3%.

Adapun dilihat dari jenisnya, belanja festen dan kebutuhan sehari-hari mengalami pertumbuhan paling tinggi. Khusus untuk fesyen mencapai 38,5%, belanja di supermarket mencapai 18,7%, otomotif mencapai 9%, elektronik 9%, dan kebutuhan rumah tangga sebesar 6,3%.

Meski begitu, Bank Mandiri melihat, masih relatif tingginya harga barang kebutuhan sehari-hari dapat berimplikasi pada daya beli masyarakat, terutama kelompok bawah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×