kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%

Ma'ruf Amin beberkan alasan pemerintah terapkan pembatasan sosial skala besar


Selasa, 31 Maret 2020 / 17:22 WIB
ILUSTRASI. Wakil Presiden Ma'ruf Amin berjalan usai menyampaikan keterangan kepada wartawan tentang penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Senin (23/3/2020). Wapres meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terkait jenazah pasien positif virus co


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah memilih untuk menerapkan pembatasan sosial skala besar (PSSB) sebagai upaya untuk mengatasi penyebaran virus corona (Covid-19).

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, penerapan PSSB ini dipilih karena sesuai dengan Undang-Undang yang ada dan supaya perekonomian Indonesia tetap berjalan.

Baca Juga: Jokowi tetapkan status darurat kesehatan dan pembatasan sosial skala besar

"Ini kan sifatnya moderat, yang masih memungkinkan terjadinya pergerakan untuk pengembangan ekonomi, supaya tidak sama sekali tertutup," ujar Ma'ruf dalam video conference, Selasa (31/3).

Meski begitu, Ma'ruf mengatakan masih ada kemungkinan dilakukan karantina wilayah yang bersifat terbatas atau yang berbasis kelurahan saja.

Baca Juga: Kalau ada karantina wilayah, stok beras di Jakarta diramal cukup untuk dua bulan

Jadi, karantina wilayah tersebut tidak dilakukan hingga tingkat kabupaten/kota. Pasalnya, bila pembatasan dilakukan di tingkat yang lebih besar, akan semakin sulit untuk menstabilkan ekonomi.




TERBARU

[X]
×