kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Manajamen AAA absen, rapat kepailitan tertunda


Rabu, 26 Agustus 2015 / 15:59 WIB


Reporter: Sinar Putri S.Utami | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Verifikasi tagihan dalam perkara kepailitan PT Andalan Artha Advisido (AAA) Sekuritas ditunda hingga 13 Oktober 2015 mendatang. Waktu tersebut akan dimanfaatkan oleh kurator untuk melengkapi dokumen-dokumen debitur.

"Debitur kurang kooperatif dalam menyikapi permasalahan ini," ungkap Darwin Marpaung, kurator AAA kepada KONTAN, Rabu (26/8).

Sikap kurang kooperatif tersebut terlihat dari debitur yang tak hadir dalam rapat kreditur lanjutan kemarin.

Darwin mengaku telah menemui direksi perusahaan AAA Sekuritas demi mendapatkan dokumen-dokumen keuangan seperti Direktur Utamanya, Lulu.

"Ia berjanji akan hadir hari ini tapi beliau tak datang dengan alasan masuk rumah sakit," tambahnya.

Adapun pihak debitur diwakili oleh mantan Presiden Direkturnya yang kini tengah berurusan dengan Bareskrim, Andri Rukminto.

Hakim Pengawas dalam perkara ini Syaiful Arief bilang rapat verifikasi tak dapat dilakukan kalau dari pihak debitur tak hadir.

Pasalnya, yang berhak memverifikasi tagihan itu kan debitur, sesuai atau tidak seperti yang tertera dalam dokumen keuangan perusahaan.

"Memang ada Pak Andri yang mewakili, tapi kan beliau sudah tak mempunyai kewenangan untuk memverifikasi," ucap Syaiful.

Hingga saat ini kurator telah mengumpulkan jumlah tagihan AAA Sekuritas yang mencapai Rp 700 miliar.

Tagihan tersebut berasal dari 30 kreditur yang rata-rata berasal dari nasabah. Namun, Darwin memperkirakan jumlah tersebut berpeluang bertambah di kemudian hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×