kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Luhut : Utang Kereta Cepat Direstrukturisasi Jadi 60 Tahun


Selasa, 21 Oktober 2025 / 15:21 WIB
Luhut : Utang Kereta Cepat Direstrukturisasi Jadi 60 Tahun
ILUSTRASI. Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Pinsar Pandjaitan memastikan bahwa pemerintah dan pihak Tiongkok telah sepakat melakukan restrukturisasi pembiayaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaiatan memastikan bahwa pemerintah dan pihak Tiongkok telah sepakat melakukan restrukturisasi pembiayaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).

Melalui restrukturisasi ini, jangka waktu pembayaran utang akan diperpanjang hingga 60 tahun sehingga beban keuangan menjadi lebih ringan.Bahkan, kata Luhut, restrukturisasi tersebut telah dibahas bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

"Kemarin kita bicara dengan Kementerian Kuangan (Kemenkeu), tidak ada masalah, karena kalau kita restructuring 60 tahun, itu kan jadi lebih kecil," ujar Luhut dalam acara 1 Tahun Prabowo-Gibran, Senin (20/10/2025).

Baca Juga: Luhut Pandjaitan Respons Menkeu Purbaya Soal Utang Whoosh Pakai APBN

Ia mencontohkan, dengan restrukturisasi, kewajiban pembayaran tahunan bisa ditekan menjadi sekitar Rp 2 triliun per tahun.

"Jadi kita misalnya (bayar) Rp 2 triliun kira-kira satu tahun, dan kemudian penerimaan (dari operasional) Rp 1,5 triliun," katanya.

Menurut Luhut, kesepakatan dengan pihak Tiongkok sebenarnya sudah dicapai, namun pelaksanaannya sempat tertunda karena adanya pergantian pemerintahan.

"Kita mau lakukan tadi restructuring dengan pihak Tiongkok. Dan itu mereka sudah setuju," imbuh Luhut.

Baca Juga: Anak Buah Purbaya Sebut Penyelesaian Utang Proyek Woosh Idealnya Ditangani Danantara

Di sisi lain, Luhut juga menegaskan bahwa proyek kereta cepat telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.Manfaat ekonomi proyek ini tidak hanya dari sisi transportasi, tetapi juga dari pengurangan polusi dan kemacetan.

"Dan sekarang kereta cepat sudah terintegrasi LRT, MRT dan busway. Jadi kita tanpa sadar negeri kita ini sebenarnya sudah maju," pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×