Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Transmigrasi mulai mengarahkan program transmigrasi sebagai strategi pembangunan kawasan berbasis potensi daerah untuk menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama di Indonesia Timur.
Hal itu diwujudkan lewat Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026. Sebanyak 1.476 akademisi menjadi peseta program tersebut dan diterjunkan ke berbagai kawasan transmigrasi untuk memetakan potensi ekonomi, mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, serta merumuskan rekomendasi pengembangan kawasan.
Hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar penyusunan kebijakan dan pengembangan kawasan transmigrasi yang lebih produktif, mampu menarik investasi, menciptakan lapangan kerja, serta menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Menteri Transmigrasi RI M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menjelaskan bahwa program transmigrasi kini tidak lagi berfokus pada pemindahan penduduk, melainkan menjadi strategi pembangunan kawasan yang disusun berdasarkan kebutuhan dan potensi masing-masing daerah.
Baca Juga: Kementerian Transmigrasi Terbitkan 13.000 SHM Transmigran di 2025
Menurutnya, pemerintah daerah menjadi pihak utama dalam merancang pengembangan kawasan. “Sementara pemerintah pusat berperan sebagai penghubung yang memperkuat kolaborasi dengan investor, perguruan tinggi, dunia usaha, serta mitra internasional untuk membuka peluang ekonomi,” kata Iftitah dalam keterangannya, Minggu (2/8/2026).
Upaya tersebut dilakukan dengan mendorong investasi di berbagai sektor potensial di Indonesia Timur, seperti pertanian, pariwisata, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui pengembangan kawasan yang terintegrasi, pemerintah berharap dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah ekonomi, dan memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menilai pendekatan baru transmigrasi dapat menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif melalui kepastian hukum lahan, penyediaan hunian, serta kolaborasi lintas sektor. Ia menyebut pembangunan kawasan yang terpadu mampu mengurangi konflik sosial dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan 154 Kawasan Transmigrasi sebagai Sentra Ekonomi
Menteri Iftitah bersama Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Wang Lutong meninjau sejumlah kawasan transmigrasi di Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur untuk mendorong peluang investasi di luar sektor pertambangan.
Wang mendukung transformasi transmigrasi Indonesia yang dinilai dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan keterampilan, transfer teknologi, dan penciptaan peluang ekonomi. “Tiongkok juga menjajaki kerja sama di bidang pertanian modern, pelatihan vokasi, pariwisata, dan pendidikan di kawasan Indonesia Timur.” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
