kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.032   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.236   49,76   0,80%
  • KOMPAS100 817   5,56   0,69%
  • LQ45 621   2,39   0,39%
  • ISSI 215   1,38   0,65%
  • IDX30 350   1,18   0,34%
  • IDXHIDIV20 430   0,35   0,08%
  • IDX80 93   0,50   0,54%
  • IDXV30 118   0,33   0,28%
  • IDXQ30 112   0,18   0,16%

Karhutla Melanda Sulsel dan Jateng, BNPB Salurkan Bantuan Air Bersih di Banyumas


Minggu, 02 Agustus 2026 / 22:13 WIB
Karhutla Melanda Sulsel dan Jateng, BNPB Salurkan Bantuan Air Bersih di Banyumas
ILUSTRASI. Krisis air bersih dampak kemarau di Banten (ANTARA FOTO/Putra M. Akbar)


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan masih mendominasi kejadian bencana di sejumlah wilayah Indonesia selama musim kemarau.

Berdasarkan laporan perkembangan bencana periode Sabtu (1/8/2026) pukul 07.00 WIB hingga Minggu (2/8) pukul 07.00 WIB, BNPB mencatat sejumlah kejadian karhutla di Sulawesi Selatan dan Jawa Tengah, serta dampak kekeringan yang mulai dirasakan masyarakat di Kabupaten Banyumas.

Baca Juga: Bank Dunia Ungkap 48% UMKM Batasi QRIS, Celios Soroti Miskonsepsi Pajak

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, salah satu kejadian karhutla terjadi di Desa Taddakong, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (1/8) sekitar pukul 19.00 WITA.

"Peristiwa diduga dipicu oleh kondisi daun dan ranting kering di kawasan perbukitan berbatu yang mudah terbakar akibat suhu panas, sehingga memunculkan titik api secara tiba-tiba," ujar Abdul dalam keterangan resminya.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pinrang, kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, sekitar lima hektare lahan terdampak akibat peristiwa tersebut.

Baca Juga: Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2: Lima Tewas, 41 Penumpang Masih Dicari

Merespons kejadian itu, BPBD Kabupaten Pinrang langsung melakukan asesmen dan pendataan di lokasi terdampak, sekaligus mendokumentasikan perkembangan penanganan di lapangan. Upaya pemadaman dilakukan bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan masyarakat setempat.

Selain itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Pinrang bersama unsur TNI, Polri, dan masyarakat menerapkan metode fire breaking atau pembuatan sekat bakar dengan mengisolasi vegetasi di sekitar titik api untuk mencegah kebakaran meluas.

BNPB juga menerima laporan karhutla di Desa Gemantar, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, sementara luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar empat hektare.

BPBD Kabupaten Wonogiri telah melakukan asesmen cepat dan pemadaman di lokasi. Berdasarkan kondisi terakhir pada Sabtu (1/8), api berhasil dipadamkan sehingga tidak lagi mengancam wilayah di sekitarnya.

Baca Juga: Neraca Dagang Indonesia Diprediksi Defisit US$ 1,46 Miliar pada Juni 2026

Selain karhutla, BNPB juga mencatat dampak kekeringan mulai dirasakan masyarakat di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Berkurangnya curah hujan menyebabkan sejumlah sumber air bersih mengering sehingga warga kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

BPBD Kabupaten Banyumas bersama pemerintah desa, unsur kemanusiaan, dan masyarakat terus menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah terdampak. Saat ini, kebutuhan paling mendesak adalah pasokan air bersih dan sarana penampungan air.

Hingga Sabtu (1/8) pukul 23.00 WIB, BPBD Banyumas telah mendistribusikan 27.000 liter air bersih atau setara lima tangki ke sejumlah desa terdampak.

Rinciannya, sebanyak 4.000 liter disalurkan ke Grumbul Tembelang, Desa Sudimara, Kecamatan Cilongok, yang bersumber dari Perumda Pabuwaran.

Sebanyak 8.000 liter disalurkan ke Pondok Pesantren Hidayatul Kholil dan Pondok Pesantren An Najah di Desa Rancamaya, Kecamatan Cilongok, dengan pasokan dari Perumda Tonjong Ajibarang.

Baca Juga: Kawasan Transmigrasi Didorong Jadi Pusat Pertumbuhan Baru

Selanjutnya, BPBD menyalurkan masing-masing 5.000 liter air bersih ke Desa Langgongsari, Kecamatan Cilongok, yang bersumber dari Hydrant Karangbawang, Desa Jingkang, Kecamatan Ajibarang, dari PDAM Tonjong, serta Desa Cipete, Kecamatan Cilongok, yang juga memperoleh pasokan dari PDAM Tonjong.

BNPB mengapresiasi respons cepat pemerintah daerah dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana.

Lembaga tersebut juga mengimbau pemerintah daerah terus memantau kondisi di lapangan, mengoptimalkan distribusi air bersih ke wilayah terdampak, serta mengedukasi masyarakat agar menggunakan air secara bijak selama musim kemarau.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada pemerintah desa atau BPBD apabila mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih agar bantuan dapat segera disalurkan.

Selain itu, BNPB mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran terbuka maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan. Warga juga diharapkan segera melaporkan kepada BPBD atau instansi terkait apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan secara cepat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×