kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

LPEM UI: Dana desa berkolerasi positif pada perekonomian desa saat pandemi


Senin, 25 Januari 2021 / 19:21 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah pengunjung berada di kawasan wisata alam Bulu Tanda di Desa Sibedi, Marawola, Sigi, Sulawesi Tengah, Rabu (7/2). ANTARA FOTO/Basri Marzuki/nz/18


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) bersama Departemen Ilmu Ekonomi FEB UI melakukan evaluasi cepat atau rapid assesment, tepat dan relatif akurat terkait dampak Dana Desa terhadap pemulihan ekonomi masyarakat desa di masa pandemi Covid-19

Dikutip dari siaran pers LPEM FEB UI yang diterima Kontan.co.id pada Senin (25/1), hasil estimasi ekonometrika menunjukkan bahwa, Dana Desa berkorelasi atau berasosiasi positif bagi peningkatan aktivitas ekonomi desa. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya peningkatan aktifitas ekonomi atau adanya cahaya malam hari.

Sementara itu, Covid-19 berdampak besar pada perekonomian di wilayah perkotaan dibandingkan di wilayah pedesaan. Perekonomian pedesaan masih mengalami peningkatan aktivitas ekonomi saat pandemi Covid-19.

Baca Juga: Anggaran Kemenhub dipangkas sebesar Rp 12,44 triliun untuk vaksinasi

Terkait pengaruh Dana Desa sendiri diperoleh hasil yang bervariasi antar daerah. Hasil yang cenderung lebih kuat terjadi pada desa-desa yang memiliki infrastruktur penunjang lain yang baik. Hal tersebut dinilai, memunculkan potensi isu ketimpangan yang lebih tinggi di masa depan antara desa yang maju dibandingkan desa yang tertinggal.

Kemudian hasil analisa di level Kabupaten Bogor, pemberian bantuan langsung tunai (BLT) Dana Desa mengindikasikan dampak positif terhadap perekonomian Kabupaten Bogor.

Adapun alokasi Dana Desa untuk BLT Dana Desa bagi penanggulangan dampak Covid-19 juga diapresiasi oleh Aparatur Desa, karena dapat digunakan untuk melakukan mitigasi dampak negatif Covid-19 dengan cepat dan tepat.

Hasil analisa tersebut diperoleh menggunakan data cahaya lampu malam hari sebagai proxy untuk mengukur kesejahteraan dan perekonomian masyarakat desa. Inovasi penggunaan data cahaya lampu malam hari (nightlight) mampu mengatasi keterbatasan, ketersediaan data ekonomi tingkat desa yang real-time. Analisa dilakukan Tim LPEM FEB UI dari dua level, yaitu seluruh desa di tingkat nasional dan di tingkat Kabupaten Bogor.

Baca Juga: Sri Mulyani: Jatah laba pemerintah dari LPI bisa lebih dari 30%

Proses pemulihan ekonomi membutuhkan sinergi dari seluruh pihak dalam perekonomian, salah satunya adalah dari desa. Dari data BPS sektor pertanian yang menjadi sektor utama di wilayah pedesaan, ternyata masih mampu mencatat pertumbuhan ekonomi yang positif sebesar 2,19% (yoy). Pertumbuhan penyerapan tenaga kerjanya juga sebesar 2,23% pada tahun 2020.

Tim LPEM FEB UI menyebut, desa diharapkan bisa menjadi motor penggerak pemulihan ekonomi nasional. Terlebih lagi dengan adanya Dana Desa yang menjadi sumber penggerak kegiatan desa.

Selanjutnya: Realisasi investasi asing ke Indonesia turun di tahun lalu, ini kata BPKM

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×