kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 16.810   11,00   0,07%
  • IDX 8.984   39,66   0,44%
  • KOMPAS100 1.242   9,67   0,79%
  • LQ45 878   6,23   0,72%
  • ISSI 325   1,21   0,37%
  • IDX30 444   0,16   0,04%
  • IDXHIDIV20 522   1,46   0,28%
  • IDX80 138   1,15   0,84%
  • IDXV30 145   0,83   0,57%
  • IDXQ30 142   -0,25   -0,18%

Libur Akhir Tahun, Kunjungan ke Taman Ismail Marzuki (TIM) Tembus 67.198 Orang


Rabu, 07 Januari 2026 / 14:00 WIB
Libur Akhir Tahun, Kunjungan ke Taman Ismail Marzuki (TIM) Tembus 67.198 Orang
ILUSTRASI. Moneyfest - kontan native online (KONTAN/NATIVE)


Reporter: Rilanda Virasma | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Taman Ismail Marzuki (TIM) mencatat lonjakan kunjungan selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 serta libur sekolah. Kawasan seni dan budaya yang dikelola PT Jakarta Propertindo atau Jakpro ini membukukan total kunjungan 67.198 orang pada periode 22 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026.

Direktur Utama Jakpro, Iwan Takwin mengatakan, peningkatan kunjungan tersebut mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap destinasi wisata berbasis edukasi, seni, dan budaya di Jakarta. 

“TIM kini tidak hanya berfungsi sebagai pusat pertunjukan seni, tetapi juga berkembang sebagai ruang publik untuk interaksi budaya dan pendidikan,” kata Iwan dalam keterangannya, Rabu (7/1/2026).

Baca Juga: UU APBN 2026 Belum Diterbitkan, Istana Pastikan Tak Ada Revisi

Salah satu kontributor utama lonjakan kunjungan adalah Teater Bintang Planetarium Jakarta. Selama musim liburan, Planetarium Jakarta mencatat lebih dari 5.500 pengunjung, dengan tiket pertunjukan yang habis terjual, baik melalui pembelian daring maupun langsung di lokasi.

Jakpro menerapkan sistem pembelian tiket resmi melalui dua kanal, yakni platform daring Loket.com dan pembelian langsung di loket kawasan TIM. Skema kuota 50% online dan 50% on the spot dijalankan sesuai arahan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memastikan akses yang lebih merata bagi masyarakat.

Iwan mengatakan, lonjakan kunjungan selama musim liburan menjadi indikator perubahan preferensi wisata masyarakat perkotaan.

“Lonjakan angka kunjungan ini menjadi bukti nyata bahwa ruang-ruang edukasi sains, seni, dan budaya masih menjadi magnet utama bagi warga Jakarta maupun wisatawan domestik dari wilayah sekitar. Keberhasilan ini mempertegas posisi Taman Ismail Marzuki sebagai ruang publik strategis dalam mendukung transformasi Jakarta menuju kota global berbasis budaya dan pengetahuan,” ujar Iwan.

Ia menambahkan, tingginya minat terhadap Planetarium Jakarta menunjukkan kuatnya daya tarik wisata berbasis sains dan teknologi, khususnya bagi keluarga dan pelajar.

Angka lebih dari 5.500 pengunjung Planetarium Jakarta menurutnya bukan sekadar statistik, melainkan indikator bahwa wisata edukasi memiliki daya pikat yang sangat kuat dalam mendorong pariwisata Jakarta yang berkualitas. 

Fasilitas seperti Planetarium TIM memainkan peran krusial sebagai jembatan literasi sains yang dapat diakses oleh masyarakat luas.

Baca Juga: Nvidia Pilih Investasi di Malaysia, Ekonom Soroti KEK RI Perlu Kompleksitas Regulasi

Sebagai bagian dari penguatan fasilitas, Teater Bintang Planetarium Jakarta kini dilengkapi teknologi proyeksi langit terbaru yang menawarkan pengalaman edukatif setara planetarium di kota-kota besar dunia. Aktivasi Planetarium diarahkan tidak hanya sebagai ruang pertunjukan astronomi, tetapi juga sebagai pusat edukasi sains dan antariksa yang imersif.

Pembaruan tersebut mencakup sistem visualisasi astronomi digital, simulasi tata surya berbasis data sains terkini, serta penguatan fungsi edukasi bagi pelajar, mahasiswa, komunitas sains, dan masyarakat umum. 

Ke depan, Planetarium Jakarta juga akan dilengkapi AI Virtual Host berbasis kecerdasan buatan untuk menyajikan informasi astronomi dan konten edukasi secara interaktif.

Selain Planetarium, kawasan TIM selama musim liburan juga diramaikan oleh berbagai kegiatan, mulai dari konser musik, event komunitas, konferensi, pameran, hingga program seni dan budaya lintas disiplin.

Penguatan ekosistem TIM turut ditopang kehadiran Paviliun Raden Saleh, ARTOTEL Curated, yang resmi beroperasi sebagai akomodasi berkonsep seni dan budaya. Jakpro menggandeng Artotel Group untuk menghadirkan hotel bertema “Cultural Symphony, Artistic Hospitality” dengan total 139 kamar.

Menurut Iwan, kolaborasi lintas sektor ini memperkuat posisi TIM sebagai pusat seni dan budaya berskala nasional hingga internasional.

“Kami mendorong TIM tidak hanya sebagai pusat pertunjukan, tetapi sebagai ekosistem kreatif yang hidup dan berkelanjutan. Integrasi antara Planetarium Jakarta, ruang-ruang seni budaya, serta fasilitas pendukung seperti Paviliun Raden Saleh merupakan bagian dari komitmen Jakpro dalam membangun ruang publik yang relevan dengan kebutuhan kota modern,” tutup Iwan.

Baca Juga: Pimpinan KPK Bantah Tak Satu Suara Soal Penetapan Tersangka Kasus Kuota Haji 2024

Selanjutnya: 5 Orang Terkaya di Asia Tenggara Kuasai Kekayaan Lebih dari US$ 135 Miliar

Menarik Dibaca: 5 Olahraga untuk Mengencangkan Payudara Kendur, Bisa Dilakukan di Rumah!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×