kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Lewat KKI 2019, Bank Indonesia dorong pelaku UMKM go internasional


Jumat, 12 Juli 2019 / 13:00 WIB
Lewat KKI 2019, Bank Indonesia dorong pelaku UMKM go internasional

Reporter: Elisabeth Adventa | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) kembali menggelar pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) di tahun ini. Acara ini digelar untuk mendorong pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar bisa go-digital dan go-internasional. 

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, saat ini sudah ada 91 UMKM binaan BI yang melakukan ekspor ke berbagai negara. 


Selain terus mendorong pelaku UMKM untuk bisa ekspor, Perry mengungkapkan BI juga terus mendorong pelaku UMKM untuk go-digital. Upaya tersebut dilakukan agar jangkauan pasar UMKM bisa lebih luas ke berbagai negara.

“Komitmen kami adalah untuk mengembangkan potensi UMKM tak hanya di tingkat nasional tapi juga di tingkat global,” ungkapnya.

Perry menjelaskan pada pameran KKI tahun ini, BI melakukan seleksi. Sehingga terpilih sekitar 370 UMKM dari 898 UMKM binaan BI. “Pameran kali ini kami pilih best of the best, produknya unggulan dan pilihan, tapi harga tetap harga pengrajin,” tuturnya.

KKI 2019 menampilkan 120 UMKM kain atau pakaian, 88 UMKM kerajinan, dan 150 UMKM makanan-minuman jadi siap ekspor.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo dalam pembukaan pameran mengapresiasi para pelaku UMKM yang sudah go-digital dan berhasil menembus pasar internasional melalui marketplace atau e-commerce.

“Jadi bukan hanya marketplace di Indonesia, tetapi juga dikoneksikan ke global. Saya kira cara yang dilakukan BI ini sangat baik. Saya lihat juga ada seleksi dari UMKM, ada yang mengkuratori, dikuratori,” ungkapnya pada acara pembukaan KKI di JCC, Jumat (12/7).

Jokowi juga mengakui UMKM binaan BI mengalami lompatan perbaikan dari berbagai sisi, baik kualitas, brand sampai packaging. Menurutnya, cara tersebut mampu mendongkrak nilai jual produk UMKM, terutama untuk pasar premium.

“Memang caranya harus begitu, ada lompatan perbaikan kualitas, packaging dan brand. Sehingga kalau dijual dengan harga berapapun orang akan mau dan senang membelinya,” tutupnya.




TERBARU

Close [X]
×