kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.047.000   8.000   0,26%
  • USD/IDR 16.875   -95,00   -0,56%
  • IDX 7.441   103,54   1,41%
  • KOMPAS100 1.037   16,87   1,65%
  • LQ45 760   9,37   1,25%
  • ISSI 262   5,17   2,01%
  • IDX30 401   3,98   1,00%
  • IDXHIDIV20 495   1,94   0,39%
  • IDX80 117   1,87   1,63%
  • IDXV30 135   1,59   1,20%
  • IDXQ30 129   0,82   0,64%

Prabowo Panggil Gubernur BI hingga Menkeu ke Istana Ada Apa?


Selasa, 10 Maret 2026 / 18:36 WIB
Prabowo Panggil Gubernur BI hingga Menkeu ke Istana Ada Apa?
ILUSTRASI. Presiden Prabowo Subianto memanggil jajaran menteri dan kepala lembaga yang berkaitan dengan bidang ekonomi ke Istana Kepresidenan (Dok/TVP)


Sumber: Kompas.com | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto memanggil jajaran menteri dan kepala lembaga yang berkaitan dengan bidang ekonomi ke Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Berdasarkan pantauan, jajaran menteri dan kepala lembaga itu antara lain Gubernur BI Perry Warjiyo, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, hingga Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aries Marsudiyanto.

Purbaya mengungkapkan, rapat terbatas (ratas) dengan Presiden Prabowo Subianto kali ini kemungkinan turut membahas stabilitas fiskal.

Namun ia belum mengetahui secara pasti apa saja yang akan dibahas.

"Belum tahu (bahas apa). Kita jaga-jaga saja. Saya juga akan nanya stabilitas fiskal. (Kemarin bahas) Stabilitas fiskal," kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2026).

Baca Juga: Lampu Kuning Defisit Fiskal Daerah, Apeksi Soroti Utang DBH & TKD ke Pemerintah Pusat

Ia juga memastikan kondisi ekonomi Indonesia masih sangat baik.

Ia menyebut, pengendalian rupiah akan jauh lebih mudah selama fondasi ekonomi bagus, dibanding ekonomi berantakan.

"Kalau kita memastikan perkembangan ekonomi bagus, uang di sistem cukup, dan BI mungkin monitor keadaan nilai tukar seperti apa. Jadi, kerja sama yang enak antara pemerintah dengan BI perlu untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Dan kalau kompak seperti ini, enggak terlalu sulit mengendalikan gejolak pasar dunia," ucap dia.

Senada, Aries menyampaikan, pertemuan dengan Prabowo sedikit banyak turut membahas masalah di Timur Tengah dan kaitannya di dalam negeri.

Pada prinsipnya, kata Aries, semua akan baik-baik saja.

"Nggak tahu ya soal apa, dipanggil, tapi pasti ada. Oh ya, tentunya ada yang perlu kita diskusikan dengan beliau ya. Pangan sudah tersedia, semuanya. Energi, BBM juga nggak usah khawatir ya. Semuanya stok tercukupi," jelasnya.

Persiapan Lebaran

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menduga, rapat kali ini juga akan membahas persiapan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H.

Termasuk, untuk mengantisipasi kenaikan harga pangan dan bahan pokok, serta ketersediaan BBM di masa mudik Lebaran.

Baca Juga: Bahlil: BBM Cukup Sampai Lebaran, Impor Tetap Berjalan dari Asia Tenggara

"Feeling saya masih tetap terkait dengan urusan persiapan hari Raya Idulfitri dan ketersediaan pangan, kemudian BBM, dan juga adalah bagaimana menyikapi perkembangan terkini terkait dengan ketegangan di Timur Tengah," jelas Bahlil.

Menurut Bahlil, ketersediaan BBM perlu dibahas menyusul naiknya harga minyak dunia.

Sebab diketahui, harga minyak dunia sempat tembus di atas 100 dollar AS per barrel sejak Minggu (8/3/2026). Sementara itu pada awal perdagangan Senin (9/3/2026), nilai tukar rupiah sudah naik ke level Rp17.000 per dollar AS.

"Kita tahu kemarin harga BBM naik mencapai di atas 100 dollar per barrel. Dan tadi hari ini sudah turun di bawah 100 barrel per day, sekitar 80-90 dollar. Jadi memang terjadi fluktuasi yang sangat cepat sekali. Itu mungkin yang kita bahas," tandas Bahlil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×