kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Lelang DNDF Sepi Peminat, Pasar Nilai Rupiah Masih Berpotensi Melemah


Minggu, 23 November 2025 / 22:06 WIB
Lelang DNDF Sepi Peminat, Pasar Nilai Rupiah Masih Berpotensi Melemah
ILUSTRASI. Bank Indonesia (BI) kembali mencatat minimnya minat pasar dalam lelang Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF). KONTAN/Cheppy A. Muchlis/23/04/2025


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Yudho Winarto

Rupiah masih dalam fase rentan

Rizal menjelaskan bahwa rupiah saat ini dipengaruhi dua sentimen utama:

1. Sentimen eksternal

- Suku bunga The Fed yang masih tinggi

- Penguatan dolar akibat sentimen risk-off

- Arus keluar portofolio asing

2. Sentimen domestik

- Kebutuhan dolar korporasi menjelang akhir tahun

- Ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang melemah

- Sentimen fiskal dan kredibilitas stabilisasi BI yang masih diuji

“Kombinasi faktor tersebut membuat rupiah berada dalam fase rentan dan mudah tertekan,” jelas Rizal.

Baca Juga: Gus Yahya Tegaskan Tidak Akan Mundur, Dorong Konsolidasi NU yang Maslahat

Prospek rupiah hingga akhir 2025 dan 2026

Rizal memproyeksikan tekanan terhadap rupiah masih berlanjut dalam jangka pendek.

Selama The Fed belum menurunkan suku bunga, aliran modal belum kembali, dan kebutuhan dolar meningkat menjelang akhir tahun, rupiah cenderung bergerak melemah.

Namun, jika volatilitas global mereda dan intervensi BI melalui spot, DNDF, serta SRBI berjalan lebih efektif, stabilisasi rupiah berpeluang terjadi.

Dalam waktu dekat, rupiah diperkirakan bisa kembali ke rentang Rp16.600–Rp16.800.

Untuk akhir 2025, Rizal memperkirakan pergerakan rupiah berada di kisaran Rp16.700–Rp16.900, dengan skenario risk-off memungkinkan rupiah menembus Rp17.000 per dolar AS.

Baca Juga: Kemendagri Harapkan ILASPP Mempercepat Penyelesaian Batas Desa

Sementara pada 2026, peluang penguatan terbuka jika The Fed mulai memangkas suku bunga, sehingga rupiah dapat bergerak menuju Rp16.300–Rp16.600.

Namun, jika penurunan suku bunga tertunda atau ketidakpastian global berlanjut, rupiah berpotensi bertahan di rentang Rp16.700–Rp17.000.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×