Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pengurangan volume penyaluran LPG Tabung 3 kilogram (kg) pada 2027 berisiko menekan daya beli masyarakat, khususnya rumah tangga miskin dan rentan.
Pemerintah dan DPR RI telah menyepakati volume penyaluran LPG 3 kg sebesar 8 juta metrik ton (MT), turun dari usulan awal 8,945 juta MT dalam RUU APBN 2027.
Head of Macroeconomic and Financial Market Research Permata Bank Faisal Rachman mengatakan, pengurangan volume LPG 3 kg dalam jangka pendek cenderung memberikan dampak negatif terhadap daya beli dan tingkat konsumsi masyarakat.
"Dalam jangka pendek, pengurangan volume LPG 3 kg cenderung akan berdampak negatif pada daya beli masyarakat serta tingkat konsumsi," ujar Faisal kepada Kontan.co.id, Senin (28/9/2026).
Baca Juga: Kadin Beberkan Dampak Kenaikan Harga LPG 12 Kg Terhadap Daya Beli Masyarakat
Menurut dia, di sisi lain, pengurangan volume LPG 3 kg dapat mengurangi beban impor dan subsidi yang harus ditanggung pemerintah.
Penghematan tersebut dapat kembali disalurkan kepada masyarakat melalui program lain, termasuk bantuan sosial, untuk mengompensasi potensi penurunan daya beli.
Faisal menilai pemerintah juga perlu memastikan kesiapan energi alternatif sebagai bagian dari kebijakan tersebut.
Beberapa alternatif yang didorong antara lain Compressed Natural Gas (CNG) 3 kg, program kompor listrik, serta perluasan jaringan gas (jargas) kota.
"Dalam jangka menengah panjang, agar pengalihan ke konsumsi energi alternatif tersebut dapat berjalan sukses dan memberi manfaat bagi masyarakat, akan sangat bergantung pada seberapa cepat adopsi kebijakan oleh pemerintah, termasuk infrastruktur dan logistiknya," katanya.
Dia mengingatkan, apabila transisi tersebut tidak berjalan lancar, pengurangan volume LPG 3 kg justru dapat menimbulkan kelebihan permintaan terhadap LPG nonsubsidi. Kondisi tersebut juga berpotensi memicu pasar gelap LPG 3 kg dan berujung pada kelangkaan.
Sementara itu, Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution Ronny P Sasmita mengatakan, pengurangan volume LPG 3 kg dari usulan 8,945 juta MT menjadi 8 juta MT merupakan bagian dari upaya pemerintah mengendalikan subsidi energi.
Baca Juga: Daya Beli Masyarakat Diproyeksi Melambat pada Semester II 2026
Menurut Ronny, persoalannya adalah bagaimana pengurangan volume tersebut dilakukan tanpa mengganggu kebutuhan rumah tangga miskin dan rentan.
"Risiko kelangkaan tetap ada kalau pengurangan volume tidak diikuti dengan perbaikan distribusi dan pengendalian konsumsi kelompok yang sebenarnya tidak berhak menerima subsidi," kata Ronny.
Sebaliknya, apabila pengurangan volume menyasar konsumsi yang selama ini bocor kepada kelompok non-target, dampaknya terhadap masyarakat yang memang berhak menerima subsidi dapat diminimalkan.
Ronny menilai pemerintah harus memastikan ketersediaan LPG 3 kg pada titik dan waktu yang tepat bagi penerima yang berhak.
Pasalnya, berkurangnya pasokan LPG 3 kg ketika kebutuhan rumah tangga tetap tinggi dapat mendorong masyarakat beralih ke LPG nonsubsidi.
Bagi rumah tangga miskin dan rentan, peralihan tersebut akan meningkatkan biaya energi secara langsung. Kondisi ini berpotensi mengurangi ruang belanja masyarakat untuk kebutuhan lainnya.
Baca Juga: Penjualan Mobil Naik, Ekonom: Belum Jadi Bukti Daya Beli Masyarakat Pulih
Jangan sampai efisiensi APBN dilakukan dengan cara mengurangi volume subsidi, tetapi kemudian biaya ekonominya justru dibayar masyarakat melalui kenaikan pengeluaran rumah tangga," katanya.
Dia menekankan, kebijakan tersebut setidaknya perlu berjalan melalui tiga aspek, yakni subsidi yang semakin tepat sasaran, jaminan pasokan bagi rumah tangga miskin dan rentan, serta ketersediaan energi pengganti yang realistis.
Adapun dalam pembahasan RUU APBN 2027, anggaran subsidi LPG 3 kg disepakati sebesar Rp 103,05 triliun. Angka tersebut turun Rp 11,09 triliun dari usulan awal sebesar Rp 114,14 triliun.
Sementara itu, subsidi BBM dan LPG 3 kg disepakati sebesar Rp 131,39 triliun, turun dari usulan awal Rp 142,84 triliun. Dengan demikian, pengurangan subsidi LPG 3 kg menjadi salah satu faktor yang menekan total alokasi subsidi energi 2027.
Baca Juga: Harga LPG 12 Kg Naik, Ekonom: Daya Beli Masyarakat Tak Terdampak Signifikan
Total subsidi energi 2027 disepakati sebesar Rp 261,50 triliun, turun Rp 11,44 triliun dari usulan awal Rp 272,95 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














