kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   0,00   0,00%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Menkeu Purbaya Jamin Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026


Senin, 06 April 2026 / 12:46 WIB
Menkeu Purbaya Jamin Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026
ILUSTRASI. BPH Migas Terus Perkuat Pengawasan Distribusi BBM Bersubsidi (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pemerintah memastikan bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi tidak akan naik hingga akhir tahun 2026 ini. Pemerintah optimistis dapat menjaga harga BBM bersubsidi kendati harga minyak global melonjak signifikan.

Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, saat merespons pertanyaan Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun dalam rapat kerja, yang menanyakan kesiapan pemerintah menjaga harga BBM jika harga minyak berada di kisaran US$ 80 hingga US$ 100 per barel. 

Misbakhun meminta kepastian bahwa dalam berbagai skenario harga tersebut, pemerintah tetap mampu menahan harga BBM hingga akhir tahun.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Jamin Harga BBM Bersubsidi Tetap Stabil, Siapkan Efisiensi Anggaran

"Ingin memastikan lagi bahwa exercise di harga U$ 80, US$ 90 dan US$ 100 pun, negara sudah siap ya? Siap sampai akhir tahun?" kata Misbakhun dalam rapat kerja bersama Menteri Keuangan, Senin (6/4/2026).

Menanggapi hal itu, Purbaya memastikan bahwa pemerintah telah mengantisipasi berbagai kemungkinan, termasuk jika rata-rata harga minyak mentah mencapai US$ 100 per barel sampai akhir 2026.

Ia menegaskan, dengan perhitungan yang sudah dilakukan, harga BBM bersubsidi akan tetap dijaga tanpa kenaikan hingga penghujung tahun.

"Kami siap tidak menaikkan sampai akhir tahun untuk BBM bersubsidi dengan asumsi harga minyak US$ 100 per barel sampai akhir tahun sudah dihitung," katanya.

Baca Juga: Menkeu Jamin Harga BBM Tak Naik hingga Akhir Tahun, APBN Jadi Tameng

Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir karena pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah untuk meredam dampak gejolak harga energi global.

Selain itu, Purbaya menjelaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 masih memiliki bantalan fiskal dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang saat ini mencapai sekitar Rp 420 triliun.

Dana tersebut dapat dimanfaatkan jika tekanan harga minyak meningkat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×