Reporter: Siti Masitoh | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Konsumen (IHK) pada September 2026 diperkirakan mencatatkan inflasi meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.
Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA) David Sumual memperkirakan inflasi September mencapai 3,34% secara tahunan year on year (yoy), dengan inflasi bulanan sebesar 0,36% month to month (mtm).
Proyeksi tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi inflasi Agustus 2026 yang tercatat sebesar 3,19% yoy dan 0,21% mtm.
Baca Juga: Pasca Kasus Lapas Cibinong, Kemenimipas Buka Opsi Cek Lapas Lain
David mengatakan, akselerasi inflasi terutama berasal dari kelompok bahan pangan serta sebagian besar komponen inflasi inti. Kenaikan harga pangan, khususnya cabai, menjadi salah satu faktor utama yang mendorong inflasi pada September.
"Inflasi terakselerasi terutama akibat harga pangan dan sebagian besar produk inflasi inti," ujar David kepada Kontan, Senin (28/9/2026).
Menurut dia, harga cabai mengalami kenaikan cukup tinggi sepanjang September. Selain itu, harga beras juga mulai menunjukkan kenaikan meski berlangsung secara bertahap.
Di sisi lain, tekanan dari inflasi inti masih relatif terbatas. David memperkirakan inflasi inti pada September berada di level 2,82% yoy atau 0,08% mtm.
"Inflasi inti sebagian besar naik secara bulanan, namun harga emas yang turun menahan kenaikan inflasi inti," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














