kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.868.000   -20.000   -0,69%
  • USD/IDR 17.205   47,00   0,27%
  • IDX 7.633   11,18   0,15%
  • KOMPAS100 1.055   3,22   0,31%
  • LQ45 759   1,93   0,25%
  • ISSI 277   0,66   0,24%
  • IDX30 404   1,02   0,25%
  • IDXHIDIV20 492   3,07   0,63%
  • IDX80 118   0,48   0,41%
  • IDXV30 140   1,20   0,87%
  • IDXQ30 130   0,60   0,47%

KPK perpanjang penahanan tersangka suap Bakamla


Kamis, 09 Februari 2017 / 20:26 WIB


Reporter: Teodosius Domina | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan Deputi Informasi, Hukum, dan Kerjasama Bakamla, Eko Susilo Hadi (ESH). Eko Susilo ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap pengadaan monitoring satelit Badan Keamanan Laut (Bakamla).

Yang bersangkutan tetap ditahan hingga 30 hari ke depan. Alasannya, penyidik masih membutuhkan keterangan untuk melengkapi berkas perkaranya dalam kasus dugaan suap ini.

"ESH hari ini dilakukan proses perpanjangan penahanan tahap pertama selama 30 hari mulai tgl 13 Februari hingga 14 Maret 2017," ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/2).

Seperti diketahui, KPK telah menetapkan empat tersangka kasus dugaan suap tersebut. Empat orang yang telah ditetapkan tersangka adalah Deputi Informasi Hukum dan Kerjasama Bakamla, Eko Susilo Hadi, serta tiga pejabat PT Merial Esa Indonesia yakni Fahmi Dharmawansyah, Hardi Stefanus, dan Muhammad Adami Okta.

Sementara pihak POM TNI telah menahan dan menetapkan satu tersangka lainnya yakni Direktur Data dan Informasi Bakamla, Laksmana Pertama (Laksma) Bambang Udoyo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×