kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.040   -37,00   -0,20%
  • IDX 5.645   -194,56   -3,33%
  • KOMPAS100 746   -25,60   -3,32%
  • LQ45 563   -17,70   -3,05%
  • ISSI 197   -6,15   -3,02%
  • IDX30 319   -9,64   -2,93%
  • IDXHIDIV20 395   -11,96   -2,94%
  • IDX80 85   -2,53   -2,90%
  • IDXV30 108   -3,48   -3,12%
  • IDXQ30 103   -3,09   -2,91%

KPK kembali panggil Direktur Soegih Interjaya


Jumat, 13 Maret 2015 / 13:09 WIB
ILUSTRASI. Beda Nasib, Inilah Harga Saham BELI & GOTO di Perdagangan Bursa Jumat (29/9). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.


Reporter: Jane Aprilyani | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Komisi Pemberantasan Korupsi kembali memanggil Direktur PT Soegih Interjaya terkait dugaan suap proyek TEL Pertamina dengan tersangka Suroso Atmo Martoyo. Pemeriksaan Muhammad Syakir disebut ditemukannya dugaan suap proyek pengadaan zat tambahan bahan bakar Tetraethyl Lead (TEL) Pertamina tahun 2004-2005.

Kepala Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha mengatakan bahwa pemeriksaan akan dijadwalkan dilakukan hari ini "Yang bersangkutab akan diperiksa untuk tersangka SAM" ujar Priharsa di KPK, Junat (13/3).

Pemanggilan saksi disebut untuk menyidik kasus Innospec yang dalam penyidikan KPK. Seperti diketahui, Suroso Atmo Martoyo disangkakan menerima suap dari Direktur PT Sugih Interjaya Willy Sebastian Lim. Uang suap diberikan agar pejabat di Pertamina bersedia mengimpor bensin bertimbal dari Inggris.

Suroso Atmo sendiri ditetapkan menjadi tersangka medio akhir November 2011 silam. Atas perbuatannya, Suroso dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau b dan atau Pasal 11 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor. Disamping itu, Willy ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK pada 2 Januari 2012 silam. Willy dijerat dengan Pasal 5 Ayat 1 huruf a dan b, Pasal 13 UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

PT Soegih Interjaya sendiri diketahui merupakan agen utama perusahaan minyak asal Inggris, Innospec, Ltd. Sejumlah pejabat Indonesia saat itu disebutkan telah menerima suap dari perusahaan multinasional di Inggris tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×